Renungan

Mencintai Tuhan dan Sesama dengan Tulus

 55 total views,  4 views today

Senin, 30 Agustus 2021
1Tes 4:13-17
Luk 4:16-30

Semakin orang mencintai tentu semakin jauhlah dari sikap egosentrisme. Itu di-amin-i orang-orang yang memang mencintai dengan tulus. Sebab kadar ketulusan dalam mencintai terletak pada kenihilan kepentingan dari egosentrisme. Berdasarkan itulah bisa kita ukur apakah cinta seseorang setengah tulus, seperempat tulus, seperdelapan tulus, atau benar-benar tulus. Semakin kelihatan sikapnya memperalat atau memanfaatkan, semakin nyatalah bahwa cinta yang dia maksud adalah cinta kaleng-kaleng alias cinta bubur. Gimana cinta bubur mo? Nggak tahu! Tanyalah pengarang sinetron tukang bubur naik mercedes benz 😁😁😁. Tidak sedikit orang mengungkapkan cintanya tapi amat takut kehilangan. Cemburunya menggila. Maunya ia menyetir orang yang dicintainya. Gelap buanget dech cinta yang macam gitu. Atau memang sengaja ditempatkan cinta yang begitu di tempat gelap? Hehehe

Injil hari ini mengisahkan ironi kehidupan. Awalnya banyak orang mendengarkan Yesus. Saat itu Yesus pulang ke tempat dimana Ia dibesarkan. Maklum dong, setelah sekian lama nggak melihat Yesus, orang banyak penasaran, tampillah Yesus mewartakan Tahun Rahmat Tuhan. Kagum, bangga karena anak dari kampung bernama Yesus mampu berkata-kata dan mewartakan Tuhan Rahmat Tuhan yakni tahun pembebasan, tahun sukacita. Tetapi, selekas Yesus mengakhiri pengajaran-Nya orang banyak berbalik menyerang Dia. Mereka yang awalnya tertarik pada kata-kata pengajaran Yesus menghalau Yesus dan membawa Dia ke tebing hendak melemparkan-Nya dari tebing itu. Mengapa? Karena Yesus mengusik egosentrime mereka. Yesus tidak mau disetir atau diperalat mereka. Yesus tidak mau diam terhadap kepicikan mereka berpikir walaupun mereka sekampung atau kerabat Yesus. Dimana ketulusan cinta mereka saat mendengarkan Yesus tadi? Nasib orang seperti itu memang tragis walaupun mulia. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami lepas bebas mencintai-Mu dan sesama”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply