Renungan

Orang Beriman yang Cerdas

 24 total views,  2 views today

Selasa, 01 Juni 2021, Peringatan Wajib Santo Justinus Martir, Tb 2:10-23, Mrk 12:13-17

Menurut Santo Justinus martir, bila seseorang semakin cerdas seharusnya semakin beriman pula. Sebab, tidak ada alasan apa pun yang bisa menggoyahkan iman, termasuk akal budi. Akal budi tunduk pada iman. Dengan segala keterbatasannya, akal budi memang tetap akan mencari kata-kata untuk menerangkan iman sehingga seorang beriman dapat mempertanggungjawabkan imannya. Itu tidak berarti bahwa setiap orang beriman harus berdebat dengan orang lain yang berbeda keyakinannya. Orang beriman yang cerdas justru tampil elegan di tengah konteks hidupnya untuk menjadi orang beriman tulen. Ketulenan dan militansinya tampak dalam kesungguhannya untuk membangun kebaikan bersama. Inilah juga yang diperingati oleh negara kita lahirnya Pancasila. Pancasila adalah filsafat religius bangsa kita. Hayaaa… Entah bahasa apa itu.

Dalam Injil hari ini dikisahkan seputar pertanyaan orang-orang Farisi dan Herodian kepada Yesus. Mereka bertanya kepada Yesus: “Bolehkah kita membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Pertanyaan ini sederhana dan singkat namun tidak mudah menjawabnya karena berpotensi menjebak. Mengapa? Karena Yesus tidak punya otoritas untuk melarang dan mewajibkan aturan kepada warga negara. Misi utama Yesus adalah untuk membangun kerajaan damai, kerajaan dimana setiap orang merasakan dalam hidup bersama itu hadir Allah. Wajah-Nya dikenali melalui belaskasih orang yang mau memberikan kasih kepada yang sungguh membutuhkan. Pajak itu untuk apa? Syukur-syukur memang untuk membangun kebaikan hidup bersama. Maka, Yesus menegaskan ajaran-Nya agar setiap orang beriman taat hukum demi kebaikan bersama. Hanya dengan usaha menjaga dan merawat kebaikan hidup bersama, kita benar-benar orang beriman yang pancasilais.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami bersama membangun kebaikan bersama”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply