Renungan

Mengikuti Aturan dengan Kasih Tuhan

 113 total views,  2 views today

Renungan Harian : Rabu, 09 Juni 2021, 2 Kor 3:4-11, Mat 5:17-19

Kalau nggak ada jadwal pribadi dan juga jadwal bersama dalam sebuah komunitas maka seseorang atau komunitas itu ibarat kapal yang mati mesin di tengah lautan dan terombang-ambing. Jadwal perlu untuk membuat diri sendiri terarah dan juga sebuah komunitas teratur dalam kebersamaannya. Tetapi, manusia bukan robot. Tahunya bukan cuma mengikuti jadwal saja. Bayangkan saja kalau seseorang menyiram bunga di taman padahal hujan sedang mengguyur bunga di taman tersebut. Ketika ditanya mengapa menyiram bunga saat hujan turun mengguyur, kemudian dia dengan santai saja berkata bahwa tertulis pada jam tersebut memang jadwal menyiram bunga. Oh my God! Dia menyiram bunga ternyata bukan karena bunganya butuh, melainkan karena jadwal. Gawat nggak? Illustrasi tersebut membantu kita juga untuk memahami aturan-aturan dalam kehidupan sehari-hari. Nggak cukup cuma melakukan yang tertulis.

Dalam Injil hari ini dipaparkan kepada kita bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat. Itu ditegaskan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat kepanasan terhadap sikap Yesus yang berani membongkar kepalsuan ahli-ahli Taurat. Ahli-ahli Taurat itu memang hafal betul hukum Taurat. Huruf demi huruf, kata demi kata percis seperti yang tertulis ada dalam otak ahli-ahli Taurat. Namun, outputnya bukannya sesuai dengan maksud dan tujuan hukum tersebut. Mereka justru memperalat hukum Taurat. Mereka jatuh pada sikap pencitraan dan membungkus kepalsuan serta kebobrokan mereka. Itulah yang dibongkar Yesus. Nggak cukup cuma tahu dan hafal isi Pancasila. Muatannya apa? Nggak cukuplah tahu dan hafal isi Kita Suci. Dayanya untukku apa? Adakah daya yang menggerakkan saya untuk mendagingkan Sabda Tuhan itu? Bila tidak, kasihan amat deh nanti dicap juga menjual ayat-ayat Kita Suci. Tulisan renungan harian sederhana ini cuma membantu setiap orang untuk masuk pada pintu pendalaman Sabda Tuhan agar tidak terkungkung pada teks-teks saja. Sehingga, pada saatnya setiap orang yang berjumpa dengan Tuhan memiliki kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya. Sebab, kasih Tuhan adalah kesempurnaan segala hukum.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami mau berjuang melangkah maju lagi mendalami perintah-perintah-Mu.”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply