Renungan

Menempatkan Kekhawatiran Dalam Bingkai Iman dan Harapan

 15 total views,  4 views today

Renungan Harian : Sabtu, 19 Juni 2021, 2Kor 12:1-10, Mat 6:24-34

Khawatir itu sehat. Cobalah kalau nggak khawatir terhadap penyebaran virus jahat yang masih menerpa dunia saat ini. Bisa jadi orang seperti itu akan cuek alias tidak peduli terhadap protokol kesehatan. Padahal, prokes itu adalah usaha untuk memutus rantai penularan virus jahat tersebut. Namun, kalau hanya khawatir juga tidak sehat. Apalagi memperalat kekhawatiran. Ada orang yang karena khawatir dan sangat khawatir, berjumpa dengan orang pun ketakutan. Sungguh menutup diri. Tidak sehat juga kan? Apalagi sampai nggak dapat berbuat apa-apa, nggak punya inovasi dan kreatifitas dalam situasi pelik, bagaimana bisa survive?

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para pengikut-Nya agar menempatkan kekhawatiran dalam bingkai iman dan harapan. Orang beriman bisa khawatir. Tetapi, lebih dari kekhawatirannya, hendaknya masih ada keyakinan yang membuatnya terbuka pada kekuatan dan kuasa Allah. Orang begitulah yang memiliki harapan. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi memiliki kepasrahan pada penyelenggaraan illahi. Ini bukan mau mengatakan untuk melemparkan masalah pada Tuhan, melainkan membuka hati dan budi pada kehendak Allah dan sesama dalam situasi tersulit pun. Sebab, khawatir saja tidak menambah apa-apa dan tidak mendorong maju untuk berkembang.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami tidak hanya khawatir, tetapi juga percaya dan berpengharapan kepada-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply