Renungan

Menakar Sikap Sebagai Garam dan Terang Dunia

 26 total views,  5 views today

Renungan Harian : Selasa, 08 Juni 2021, 2Kor 1:18-22, Mat 5:13-16

Teman saya mengatakan bahwa sering sekali kesulitan yang dia hadapi bukanlah tentang bagaimana mau membuat sesuatu, melainkan bagaimana menahan diri untuk tidak berbuat sesuatu. Ini bukan mau mengatakan bahwa ia berkeinginan untuk tidak mau tahu dengan sekitarnya dan cuek serta apatis dan kemudian pasif. Yang menjadi soal ialah bahwa ia sulit untuk menakar seberapa perlunya untuk mengatakan atau melakukan sesuatu. Ia kesulitan untuk menerapkan saringan asertifitas dengan tiga pertanyaan: benarkah, perlukah, tepatkah terhadap sebuah perkataan dan perbuatannya. Menahan diri agar tepat kadarnya dan porsinya saat menempatkan diri pada lingkungan tertentu adalah perjuangan dan keharusan bagi manusia.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata bahwa para murid-Nya adalah garam dan terang dunia. Jati diri para murid Yesus adalah garam dan terang dunia. Maka, usaha dan perjuangan para murid bukan lagi menjadi garam dan terang dunia. Para murid sudah menjadi garam dan terang dunia. Yang perlu dan utama bagi para murid ialah bagaimana mereka berusaha menjaga agar mereka sebagai garam dan terang dunia memang benar-benar sesuai dengan fungsi garam dan terang yang sebenarnya. Kalau para murid gagal menjaga porsi garam dan terang dirinya, nggak ada lagi artinya. Nggak berguna. Terlalu asin dan terlalu panas justru merusak. Yang pas dan tepat ya enak di rasa, hangat di hati. Berlebihan itu norak.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, sadarkan kami agar kami tetap menjaga dan memelihara sikap yang tepat dimana kami berada”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply