Renungan

Mempersembahkan Diri Apa Adanya

 25 total views,  4 views today

Sabtu, 05 Juni 2021, Peringatan Wajib St. Bonifasius, Uskup dan Martir, Tb 12:1.5-15.20, Mrk 12:38-44

Berlomba untuk maju ke depan dalam hal kebaikan merupakan keutamaan. Tidak ada yang bercita-cita untuk menjadi yang terbelakang dalam hal kebaikan. Namun, betapa sering kita saksikan bahwa untuk menjadi terkemuka, ada orang yang mengorbankan orang lain. Betapa mirisnya memang hati menyaksikan orang yang ingin viral dengan cara mengobyekkan atau membuat orang lain sebagai benda, bukan sebagai pribadi. Saya selalu miris menyaksikan orang yang memposting aib atau penderitaan orang lain. Itulah yang sering terjadi pada jaman tiktok ini. Tampaknya nilai uang lebih berharga daripada nilai tubuh. Untuk meraup untung sebanyak-banyaknya sering keluar dari jalur norma etika dan moral.

Yesus dalam Injil hari ini mengkritik ahli-ahli Taurat karena mereka mengelabui orang lain. Mereka ingin terkemuka tetapi mengorbankan yang lain. Pada kesempatan lain, Yesus memuji janda yang memberi persembahan sedikit dengan memberi uang yang paling kecil nilainya. Janda itu masih mampu memberi dari kekurangannya. Padahal, janda dalam tradisi orang Yahudi adalah kaum paling lemah dalam seluruh dimesi kehidupan. Pujian Yesus terhadap janda adalah apresiasi juga terhadap setiap orang yang menghargai dirinya dan dengan demikian mampu menghargai orang lain sebagai pribadi. Dengan menerima diri apa adanya akan mampu mempersembahkan apa yang ada dalam diri. Berbahagialah orang seperti itu.

Marilah kita berdoa: “Tuhan semoga kami tidak mengelabui orang lain sebab kami tidak malu menjadi diri yang sebenarnya di hadapan-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply