Renungan

Jangan Menghakimi

 22 total views,  4 views today

Ilustrasi Foto I Sumber : Merdeka.com

Renungan Harian : Senin, 21 Juni 2021, Peringatan Wajib St. Aloisius Gonzaga, Kej 12:1-9, Mat 7:1-5

Manusia memiliki kemampuan untuk memilah dan memilih. Kemampuan memilah itu adalah kemampuan membedakan antara yang baik dan yang jahat, antara yang benar dan yang salah dan seterusnya. Semakin mampu memilah, semakin mampu pula memilih. Orang kudus yang diperingati oleh Gereja hari ini memiliki kemampuan yang memadai untuk memilah dan memilih sesuai tahap umurnya. Hidupnya singkat. Namun, usia yang singkat itu dibangunnya dalam perspektif rohani yang membuatnya mampu memilah dan memilih yang terbaik dalam hidupnya. Itu berbeda dengan sikap banyak orang yang sering terlalu mudah memaafkan diri saat jatuh pada ketidakmampuan memilah dan memilih dengan alasan masih berusia muda. Alasan umur sering menjadi topeng untuk memaklumi diri yang kesulitan melihat dan menempatkan diri.

Injil hari ini berisi ajaran Yesus tentang menghakimi. Hakim adalah profesi yang harus diwujudkan dengan profesional. Sikap profesional terletak pada kebijaksanaan. Nah, kebijaksaanaan itu lahir dari permenungan dan pertimbangan yang mendalam seseorang. Persoalannya, begitu banyak orang yang kesulitan menemukan dirinya dalam permenungan dan refleksi, namun begitu mudah menemukan dan membuat kesimpulan terhadap diri orang lain. Itu bukan lagi sikap bijaksana, melainkan pemaksaan ukuran pemikiran dan penilaian diri terhadap orang lain. Padahal, penilaian dan ukuran itu tak terpakai untuk diri sendiri. Bukankah itu yang disebut dengan munafik?

Marilah kita berdoa: “Tuhan, jernihkanlah hati dan budi kami”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply