Renungan

Jalan Kehidupan

 2 total views,  2 views today

Renungan Harian : Selasa, 22 Juni 2021, Kej 13:2.5-18, Mat 7:6.12-14

Semua orang menginginkan jalan yang mulus, lebar, dan datar. Itulah makanya orang selalu memilih jalan tol daripada jalan yang padat dan macet. Sebab, selain kemacetan membuat naik tensi karena berhadapan dengan aneka sikap yang tidak sabaran dan semua ingin saling mendahului, kemacetan juga membuat lama sampai pada tujuan. Memang tidak ada orang yang mau tinggal terus di jalan walaupun jalan amat mulus dan lebar. Hanya orang yang memiliki tujuanlah memiliki jalan dan arah yang pasti. Maka, entah seberapa sulit pun jalan, kalau itu terarah pada tujuan, itulah jalan yang benar. Sesatlah kalau orang menjalani jalan yang mulus, datar dan lebar padahal bukan terarah pada tujuan yang mau dicapai.

Injil hari ini berisi pesan Yesus bagi para pengikut-Nya untuk memilih jalan menuju kehidupan. Jalan menuju kehidupan sempit dan sesak. Ini bukan mau mengatakan bahwa Yesus memasukkan kita kepada derita dan masalah. Yang mau ditegaskan oleh Yesus ialah tujuan yang hendak kita capai bukanlah dengan cara murahan. Ada saatnya kita harus mengalami masa sulit, menyedihkan bahkan terluka untuk mencapai tujuan yang ditunjukkan oleh Yesus kepada kita. Saat seperti itu, kita ingin lari. Kita ingin mencari jalan tol, jalan yang mulus. Hati-hati, sebab bisa saja itu bukan jalan menuju tempat yang dijanjikan Tuhan. Kesetiaan untuk bertahan dan bersabar dalam situasi sulit adalah kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita agar kita tidak mudah lari dari kenyataan hidup kita walaupun sangat pahit. Tuhan sendiri telah mendahului kita melewati jalan yang sulit dan berduri penuh luka itu. Ikutlah di belakang-Nya.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, kuatkanlah dan tuntun kami selalu di jalan-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply