Renungan

Harta Iman

 83 total views,  2 views today

Renungan Harian : Jumat, 18 Juni 2021, 2Kor 11:18.21b-30, Mat 6:19-23

Ada orang yang mengatakan bahwa beriman itu semakin mantap kalau ekonomi semakin mapan. Bagi mereka, pertanyaan ini kuat: “Bagaimana mungkin bisa tenang pergi berdoa ke gereja kalau perut masih keroncongan?” Sementara itu, katanya kalau ekonomi sudah mapan, maka dengan tenang, santai mengendarai mobil ke gereja, kemudian berdoa. Pulang dengan hati yang tenang, wajah berseri-seri tanpa beban. Semua sudah beres. Yang kesulitan ekonomi barangkali masih memikirkan perut sebelum berdoa, atau kalaupun berdoa ya hati masih kacau. Apalagi kalau mau ke gereja juga masih harus memikirkan biaya. Begitulah orang menyimpulkan hubungan ekonomi dengan beriman.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusakkannya.” Yesus tidak mengajari orang untuk tidak mempersiapkan masa depan dan memikirkan hari esok. Yang mau ditegaskan oleh Yesus ialah betapa sering manusia mengukur dan menilai harta sebagai satu-satunya yang paling utama dalam hidup ini dan menyandarkan dirinya pada yang dapat binasa itu. Sehingga, muncullah pemikiran di atas itu, hanya orang yang mapan ekonominyalah akan nyaman beriman dan berdoa. Padahal, Paulus mengatakan bahwa kemegahannya adalah kelehamannya. Itu berarti, kekayaan satu-satunya bagi umat beriman ialah pengalaman kuasa Allah yang nyata dalam kehidupan yang rapuh dan lemah ini. Nilainya lebih dari harta yang dapat dirusak ngengat dan karat. Tanpa itu, hidup kita tak berarti apa-apa walaupun dunia ini dimiliki.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami senantiasa mengingat bahwa Engkau menyediakan kekayaan bagi kami lebih dari yang kami cari”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply