Renungan

Doa adalah Usaha untuk Membangun Relasi yang Intim pada Bapa

 12 total views,  4 views today

Renungan Harian : Kamis, 17 Juni 2021, 2Kor 11:1-11, Mat 6:7-15

Dekat pada tempat kami ngobrol kemarin ada tertulis: “Saudara yang paling baik adalah saudara yang paling baik berdoa.” Spontan kami yang mengarahkan pandangan ke tulisan itu masing-masing memberi komentar. Ada saudara yang berkata bahwa itu memang kata-kata yang bagus atau kata-kata mutiara. Ada pula saudara yang berkata bahwa saking bagusnya kata-kata, sulit melakukannya. Namun, ada pertanyaan yang menggelitik, yakni: “Bagaimana berdoa dengan paling baik?” Sebab, rajin berdoa pun ternyata tidak otomatis itu paling baik. Saya sendiri selama di rumah pendidikan dua belas tahun berdoa minimal tiga kali sehari tidak selalu dengan ketulusan hati. Ada saatnya merasa bahwa itu karena aturan dan ada konsekuensi kalau tidak hadir sesuai aturan itu. Tetapi ada juga memang saatnya merasakan kemauan kuat dari hati yang terdalam untuk berdoa. Terjadi dinamika dalam hidup doa.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.” Saya teringat dengan refleksi seorang guru spiritualitas dalam tulisannya yang berjudul: “Berdoa tanpa kata” Kata-kata memang perlu sebagai sarana untuk mengungkapkan isi hati. Tetapi, seringkali kata-kata membuat doa kehilangan makna. Perhatikanlah jaman sekarang! Begitu banyak orang memplesetkan makna doa dengan kata-kata. Ada yang membuat doa sebagai bahan lucu-lucuan di aplikasi Tiktok untuk mencipta hiburan murahan. Orang tertawa terbahak-bahak. Ada pula yang asyik shooting berdoa di jalanan dan jadilah YooTuber dengan konten berdoa. Yesus mengajarkan Doa yang kita kenal dengan Doa Bapa Kami sebagai model doa dari para pengikut-Nya untuk menegaskan makna doa yang sebenarnya adalah usaha untuk membangun relasi yang intim hangat antara anak dan Bapa sehingga kehendak Bapa selalu diutamakan untuk terwujud. Perasaan senasib dan seperjuangan anak-anak Bapa untuk mewujudkan kehendak Bapa mempersatukan seluruh umat beriman sebagai anak-anak Bapa.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, gerakkanlah selalu hati kami kepada-Mu dan persatukan kami semua dalam nama-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply