Renungan

Cinta itu Saling Membebaskan dan Menghidupkan

 9 total views,  5 views today

Renungan Harian : Selasa, 15 Juni 2021, 2Kor 8:1-9, Mat 5:43-48

Cinta itu misteri. Kapan datangnya dan ke mana arahnya tidak selalu kelihatan. Karena, kalau terlalu kelihatan juga bisa berarti menjadi cinta abal-abal alias gombal. Sebab, tidak semua kata-kata cinta mengungkapkan cinta yang sebenarnya. Kadang lebih banyak obral kata-kata plus tipuan dibumbui dengan kecap rayuan. Kalaulah penyedap rasa utamanya adalah gombal, maka jadilah cinta yang justru mengorbankan. Padahal, cinta adalah saling membebaskan dan menghidupkan karena yang mencintai dan yang dicintai adalah pribadi-pribadi yang merdeka.

Injil hari ini sudah biasa kita dengarkan atau kita baca. Muatannya ialah mengajak umat beriman menempatkan pemikiran dan pemahaman cinta seturut sikap dan tindakan Yesus. Ajaran Yesus mengenai cinta bukan lagi memuat timbal balik saja ibarat rantai sepeda motor yang begitu-begitu saja. Kalau dicintai, ya balas dengan cinta. Bukan sekadar begitu. Yesus mengajak bahwa yang tidak mampu mencintai pun harus dicintai. Bukan hanya sekadar tidak mampu mencintai, tetapi yang jahat pun yakni yang menganiaya harus didoakan. Di sinilah letak relasi doa dengan cinta. Banyak tindakan yang menyakitkan tidak bisa kita terima dan orang yang menyakiti kita sering menjadi lawan kita. Tetapi, orang yang berdoa adalah orang yang merdeka. Dia tidak dapat dipenjarakan oleh sikap dan tindakan menyakitkan dari orang lain. Yesus bertanya:”Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu?”

Marilah berdoa: “Tuhan, bebaskan kami dari cinta palsu dan ajak kami masuk ke dalam misteri Cinta-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply