Renungan

Untuk apa Beriman ?

 139 total views,  2 views today

Senin, 10 Mei 2021, Kis 16:11-15, Yoh 15:26-16:4a

Untuk apa beriman? Pertanyaan ini makin sering muncul saat ini. Bukan lagi sekadar pertanyaan, melainkan dalam prakteknya juga memang makin banyak orang merasa bahwa beriman itu kurang perlu. Kalau mau dikaitkan lagi dengan institusinya, orang semakin mempertanyakan untuk apa beragama. Kedua pertanyaan ini berhubungan walaupun tidak sama beragama dengan beriman. Tetapi, pertanyaan itu makin menjadi-jadi karena orang makin sulit melihat manfaat iman dalam kehidupannya. Orang berpikir, oh ternyata sama saja beriman atau nggak beriman. Menurutku nggak salah ungkapan itu 😁😁😁. Memang akan tetap sama-sama manusia. Tetapi, kecolongan berpikirnya ialah ketika manusia justru meneropong iman hanya dengan penglihatan mata kepala. Sehingga, apa-apa saja yang dipikirkan yah maunya dilihat oleh mata kepala. Sialnya, mata kepala udah pakai kaca mata minus. Hati dan budi ikut pula. Yang plus apa?

Melalui Injil hari ini Tuhan menyapa kita. Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Yesus menegaskan kepada para murid-Nya bahwa bersaksi bukanlah kemampuan manusiawi. Tanpa kekuatan Roh Allah, tidak ada kesaksian. Maka, celakalah orang yang gampang dan murah mengatakan kesaksian padahal menjadikan dirinya sendiri sebagai subyek pemberi kesaksian. Ini makin perlu kita sadari dengan hadirnya para pengajar pembicara yang handal. Bisa berkata-kata, fasih secara manusiawi tidak otomatis fasih memberi kesaksian. Hanya dengan mengakui kehadiran Roh Kebenaran dan berpasrah kepada-Nya, seorang beriman mampu memberi kesaksian. Di luar itu, bisa jadi ada tarikan lain yang menggoda seorang beriman, yakni tarikan mata yang bisa jadi pakai kaca mata minus Roh Kudus. Padahal, Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada para pengikut-Nya sebagai kekuatan umat-Nya. Rohlah yang membuat umat beriman memiliki nilai plus karena umat beriman tunduk pada petunjuk Roh Tuhan.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami mohon Roh-Mu menyertai kami selalu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply