Renungan

Mintalah Maka Kamu Akan Menerima, Supaya Penuhlah Sukacitamu

 63 total views,  3 views today

Renungan Harian : Sabtu, 15 Mei 2021, Kis 18:23-28, Yoh 16:23-28

Cara berdoa kita saat ini diuji. Yang biasanya kita berada pada ruang kebersamaan disertai suasana yang hangat, sekarang kita harus membatasi ruang gerak bersama, menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Ini bisa mempengaruhi semangat doa kita. Memang kembali kepada diri umat beriman untuk menyikapi situasi saat ini. Ada orang yang semakin intensif mengalami gerakan rohani yang makin menuntunnya pada kedekatan dengan Allah. Ada yang memang makin terpuruk, makin tak mengalami kehadiran yang illahi dalam hidupnya. Tidak apa-apa. Para guru-guru spiritual juga pernah mengalami kekeringan dan kegersangan batin. Namun, suatu waktu kekeringan itu menjadi kesuburan manakala terjadi penyadaran dan pelan-pelan berproses mengadakan gerakan batin maju mendekati yang illahi.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” Yesus tahu bahwa para murid-Nya akan mengalami kesulitan setelah Ia pergi kepada Bapa. Sebab, ketika Yesus ada bersama para murid-Nya pun, para murid mengalami kesulitan memahami dan mengikuti ajaran Yesus, apalagi setelah Yesus berangkat kepada Bapa. Bagaimana situasi para murid? Makin sulit. Selain memahami Kristus dan ajaran-Nya juga memahami tantangan kehidupan pribadi dan juga kehidupan bersama. Karena itu, Yesus berkata: “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” Yesus tahu dan berkuasa memberi apa yang membuat kita mengalami sukacita. Sukacita tidak sama dengan jingkrak, tepuk tangan, riuh, goyang kanan, goyang kiri, putar kanan, putar kiri. Sukacita adalah karya Tuhan yang dianugerahkan kepada umat beriman agar sanggup menanggung dan menerima segala kenyataan hidup. Kesanggupan itu pula yang kita minta saat ini. Dengan demikian, pengharapan kita bersumber dari kepasrahan kita yang selalu datang meminta kepada-Nya sebab Dia tahu pergumulan kita.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga permintaan kami sesuai dengan kebutuhan kami”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply