Renungan

Menyembuhkan Kebutaan

 43 total views,  2 views today

Renungan Harian : Kamis, 27 Mei 2021, Sir 42:15-25, Mrk 10:46-52

Hari ini pertemuan kami akan berakhir. Sebuah pertemuan yang unik. Sejak awal saya mengikuti pertemuan ini memang sudah antusias karena tema yang didalami berbeda dengan tema yang biasanya. Tema yang didalami ialah bagian dari usaha membangun keharmonisan dalam konteks keanekaragaman. Berdialog dengan agama yang berbeda memang membutuhkan kehati-hatian. Itu tentu tidak mudah. Tetapi, usaha seperti itu adalah usaha penyembuhan kebutaan agar semakin melihat dunia yang nyata ini. Sebab, kebutaan hanya membuat seseorang hidup dalam bayang-bayang. Ini bukan lagi sekadar kebutaan fisik, tetapi juga kebutaan psikis atau kebutaan batin yang bisa mengingkari hidup dalam kebersamaan.

Dalam Injil hari ini dikisahkan perjumpaan Bartimeus seorang buta dengan Yesus. Yesus sedang berjalan diiringi banyak orang dan para murid-Nya. Ternyata walaupun buta, Bartimeus masih punya sesuatu yang membuatnya terbuka untuk mengenali orang orang yang sedang lewat. Pasti tidak hanya sekali Bartimeus mendengarkan Yesus karena pengajaran dan mukjizat yang dibuat-Nya. Maka, mendengarkan bahwa Yesus sedang lewat, Bartimeus berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku” Bartimeus tahu diri dan ingin melihat dunia yang sebenarnya. Selama tidak melihat kenyataan yang sebenarnya, selama itu pulalah kegelapan menutupi mata penglihatan, entah penglihatan mata fisik maupun penglihatan mata batin. Kita mau melihat kenyataan dunia kita. Kita tidak hanya bergelut dalam dunia bayangan. Dunia ini berwarna. Entah karena alasan apa pun mengatakan dunia ini memiliki keanekaragaman, itu semua membuat kita harus mengasah dan menyembuhkan penglihatan kita terhadap dunia sekitar. Kalau begitu, iman dapat menjadi cahaya yang mencerahi kita dalam hidup bersama.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami melihat dunia kami nyata”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply