Renungan

Membuka Hati dan Mata Terhadap Kebaikan Orang Lain

 91 total views,  2 views today

Renungan Harian : Sabtu, 29 Mei 2021, Sir 51:12-20, Mrk 11:27-33

Kalau orang mengatakan tidak tahu dari dalam hati yang jujur itu tandanya kerendahan hati kuat dalam dirinya. Sebab, dengan mengatakan tidak tahu, ia mengakui keterbatasan diri. Dengan mengakui keterbatasan diri, muncullah pengakuan dan apresiasi terhadap orang lain karena orang seperti itu tidak sulit melihat kebaikan yang dibuat orang lain. Tetapi, kalau orang berkata tidak tahu untuk menjebak, boleh dipastikan bahwa orang itu sedang menutupi kepalsuan dengan memperalat kerendahan hati. Sehingga anak-anak bilang: sok nggak tahu aja. Sudah tahu jawabannya tetapi masih berpura-pura tidak tahu. Kepura-puraan ini adalah gambaran penolakan, cuek dan tidak peduli terhadap orang di luar dirinya dan cenderung menjebak orang lain. Nggak akan mungkin dari orang seperti itu pujian yang tulus. Dia akan selalu mengklaim kebenaran dan kebaikan sebagai miliknya pribadi.

Dalam Injil hari ini dikisahkan pertanyaan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta kaum tua-tua kepada Yesus. Yesus dicegat. Mengapa? Yesus makin viral, sementara kaum yang menyebut diri serba tahu makin terancam, itulah kaum imam-imam, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Mereka terancam karena melihat Yesus sebagai saingan. Ternyata, followers Yesus makin bertambah. Maka, mereka mempertanyakan kuasa Yesus dalam mengajar dan berbuat aneka mukjizat yang membuat orang makin tertarik mengikuti-Nya. Mereka bertanya: “Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu.” Seperti biasa, gaya bicara Yesus tidak langsung frontal. Yesus memiliki kemampuan berdialog baik yakni menghantar orang berefleksi. Yesus bertanya: “Baptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia?” Mereka terkoceh dan bingung serta linglung menjawab Yesus. Mereka menjawab: “Kami tidak tahu.” Mereka cari aman. Mereka bilang nggak tahu cuma mau menyembunyikan sikap arogan dan penolakan terhadap Yesus. Yesus pun nggak mau menjawab mereka. Dengan tidak memberi jawaban, Yesus mengajak mereka agar membuka hati dan mata terhadap kebaikan dan kebenaran yang dibuat orang lain. Kalau mereka tidak dapat melihat kebaikan dan kebenaran di luar kelompoknya, kasihan mereka karena akan terus-menerus bilang nggak tahu.

Marilah berdoa: “Tuhan, semoga kami tahu bahwa orang lain juga dapat berbuat baik dan benar”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply