Renungan

Bunda Maria Sebagai Bunda Gereja

 125 total views,  2 views today

Renungan Harian : Senin, 24 Mei 2021, Maria Bunda Gereja, Kej 3:9-15.20, Yoh 19:25-34

Seorang wanita disebut ibu bukan hanya karena melahirkan seorang anak. Hal yang sama berlaku juga untuk seorang pria. Disebut bapak bukan hanya karena memiliki anak dari benih tubuhnya. Paham seperti itu mudah kita terima karena panggilan ibu menjadi umum begitu pula panggilan bapak dalam bahasa kita. Lebih dari sekadar panggilan, sebutan itu mengandung sejuta makna dalam diri yang menyandangnya. Sikap dan perannya menjadi tolak ukur kebenaran dari sebutan itu. Betapa luhurnya seorang wanita disebut ibu karena sikapnya yang tulus memberi perhatian dan menunjukkan kepedulian untuk mencintai anak-anak di asrama dan panti asuhan. Tidak sedikit wanita seperti itu. Cintanya yang tulus mempersatukan banyak orang. Kesetiaannya menumbuhkembangkan banyak anak menjadikan seorang wanita menerima panggilan ibu.

Hari ini Gereja kita memperingati Bunda Maria sebagai Bunda Gereja. Secara liturgi, peringatan ini belum lama. Peringatan ini ditetapkan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2018 yang lalu. Namun, penghayatan umat beriman bahwa Bunda Maria adalah Bunda Gereja sudah ada sejak awal. Dasar biblisnya adalah Injil hari ini. Yesus berkata kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah anakmu!” Dan Yesus berkata pula kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” Gereja sebagai persekutuan umat beriman tidak bisa terpisahkan dari Bunda Maria. Sebab, Maria adalah Gereja yang pertama. Di dalam rahim Bunda Maria, Yesus dikandung sebagai kepala Gereja dan karena itu kita semua yang adalah anggota Gereja ikut serta pula dalam kandungan Bunda Maria. Kandungan itulah yang mempersatukan kita. Senyum, pilu, cinta, tangisan, tawa dan harapan Maria adalah bagian hidup kita, bagian peziarahan iman kita pula. Dalam segalanya itu, sebagaimana Maria tetap dekat dengan Putera-Nya, kita pula mau sangat dekat dengan Kristus. Betapa bahagianya memiliki ibu yang senantiasa mendukung dan mendoakan anak-anaknya.

Marilah berdoa: “Bunda Maria, doakanlah anak-anakmu agar tidak durhaka dan tidak terlalu nakal”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Comments (2)

  1. Aku sebagai anaknya pun selayaknya mencontoh Ibuku, Bunda Maria menjadi teladan hidup iman ku..

Leave a Reply