Renungan

Beriman dan Mengampuni

 45 total views,  2 views today

Renungan Harian : Jumat, 28 Mei 2021, Sir 44:1.9-12, Mrk 11:11-26

Pengampunan tidak menyelesaikan masalah, tetapi banyak masalah tidak lagi menjadi masalah kalau orang-orang yang ada pada masalah itu mampu mengampuni. Dengan pernyataan itu, kita diajak untuk melihat betapa rumitnya relasi antar manusia. Karena kerumitan itulah, maka dibutuhkan pengampunan. Cobalah lihat dalam kehidupan relasi sehari-hari. Adakah yang tidak bermasalah? Entah di keluarga, tempat kerja, masyarakat dan bangsa kita. Ada-ada saja masalah yang membuat relasi kurang harmonis. Ke dalam situasi seperti itu, umat beriman dipanggil. Panggilan itu semakin kuat karena umat beriman punya pijakan yang kuat untuk melangkah ke tengah-tengah situasi itu. Pijakan itu adalah ajaran sang Guru dari Nazaret.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para murid-Nya agar kalau berdoa, para murid terlebih dahulu mengampuni sesamanya. Ajaran ini memang sulit. Mengapa tidak? Ya karena sebagian orang dan bisa jadi saya termasuk di dalamnya malah memanfaatkan doa untuk mengadukan dan menghakimi orang lain di hadapan Allah. Masalah makin bertambah. Kalau begitu, iman bukan lagi mencerahi seperti saya katakan kemarin. Padahal, iman seyogianya membantu manusia untuk semakin manusia. Ajaran Yesus ini memurnikan umat beriman agar benar-benar sejati sebagai umat beriman. Bukan menutupi diri atau membentuk topeng dengan membuat acara ritus doa hebat dan panjang-panjang, sementara masalah makin panjang juga. Bapa di surga yang mengetahui segala-galanya mengajak kita untuk membagikan kasih-Nya sebagai wujud kepercayaan kita kepada-Nya.

Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami percaya kepada-Mu tetapi sering tidak berusaha menghasilkan cinta-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply