Renungan

Taat pada Yesus

 133 total views,  2 views today

Kamis, 15 April 2021; Kis 5:27-33, Yoh 3:31-36

Apa susahnya untuk taat? Pertanyaan inilah yang mengkaji ulang kesadaran kita terhadap berbagai aturan. Sebab, semakin banyak aturan bukan malah membuat makin teratur hidup kita, melainkan makin kacau. Itu terjadi karena ada prinsip nakal manusia: aturan dibuat untuk dilanggar. Perhatikanlah cara kita berkendara di jalan raya, budaya antri yang lemah, dan sebagainya. Taat memang tidak gampang. Orang yang seperti saya berjanji untuk taat pun bukan tak punya perjuangan untuk itu. Justru membutuhkan perjuangan yang kuat yang lahir dari kesadaran agar mampu mewujudkan ketaatan yang dijanjikan.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” Kata-kata Yesus ini bukan mau menjelaskan bahwa manusia itu sekadar robot atau mesin yang cuma punya saklar on dan off. Manusia adalah ciptaan Allah yang dianugerahi kebebasan. Namun, sering sekali kebebasan dipandang bukan sebagai rahmat, melainkan sebagai pemutus hubungan dengan Allah. Padahal, Allah yang memberikan kebebasan itu kepada manusia. Selekas manusia nggak mampu memakai kebebasan itu sebagai karunia, selekas itu pula manusia nggak mampu taat kepada Allah. Ketidaktaatan terjadi karena ketidakterhubungan.Karena itulah, beriman juga adalah kebebasan. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, dengan bebas pula taat kepada yang dipercayainya. Beriman ya bebas, bebas yang taat. No liar, apalagi buas. Marilah kita berdoa: “Tuhan, ajari kami taat pada kehendak-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply