Renungan

Sikap Atas Penolakan dan Kebencian

 8 total views,  2 views today

Jumat, 26 Maret 2021 ; Yer 20:10-13, Yoh 10:31-42

Kalau seseorang membenci sesamanya, saya yakin bahwa yang bermasalah bukan yang dibenci itu, melainkan yang membenci itu. Yang dibenci itu tenang-tenang, senyum-senyum sambil ngopi plus membaca koran mengikuti berita tentang Dewa Kipas. Sementara itu, yang membenci berada pada suasana hati yang memanas dan sibuk mencari cara bagaimana melampiaskan kebenciannya. Usaha melampiaskan kebencian itu pun menambah masalah yang menurut teman curhat saya bisa mengakibatkan naiknya asam lambung dan naiknya tekanan darah yang ujung-ujungnya membuat stres. Kalau sudah begitu, obat yang paling mujarab ialah memanggil orang yang dibenci itu untuk mengobati. Hayaaa… 😁😁😁.

Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang sikap dan tindakan orang Yahudi yang semakin jengkel, dongkol, benci dan entah apa lagi kata untuk melukiskan ketidaksenangan mereka terhadap Yesus. Alasannya? Aku nggak tahu. Itu pula yang ditanyakan Yesus kepada mereka. Yesus bertanya: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?” Orang-orang Yahudi menjawab: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.” Jadi, masalah bukan pada Yesus melainkan pada orang yang berhadapan dengan Yesus. Memang sampai sekarang pun masih ada orang yang tidak mau mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Akibatnya, banyak orang memang kesulitan menerima ajaran, sikap dan tindakan Yesus. Itu pula tantangan para pengikut Yesus pada jaman ini. Ditolak dan dibenci oleh banyak orang. Tanya kenapa? Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami semakin terbuka pada tutunan illahi-Mu agar kami semakin mengenal-Mu Allah satu-satunya”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply