Renungan

Musuh dari Musuhku adalah Temanku

 122 total views,  2 views today

Sabtu, 27 Maret 2021 ; Yeh 37:21-28, Yoh 11:45-56

Ada orang yang menulis begini: “Musuh dari musuhku adalah temanku.” Bacanya pelan-pelan dulu, sambil menyipitkan mata. Kalau belum paham, baca lagi pelan-pelan dan ulangi beberapa kali. Kalau sudah makin paham, baca lagi sambil coba ingat pengalaman masa lalu. Hahahah. Kayak meditasi terpimpin gitu ya renungan hari ini. Dengan ungkapan di atas sebenarnya mau dijelaskan bahwa manusia mudah bersekongkol memainkan taktik untuk memenangkan ego diri dan kelompok. Sialnya, seringlah taktik itu mengakibatkan yang lain menjadi korban entah dengan cara bully atau gosip atau apalah namanya dengan merekrut kelompok penggosip dan pembully lagi. Koq begitu? Ya, kalau nggak gitu, kelompok ini nggak ada seru-serunya. Kelompok ini makin seru kalau makin cerdik mempengaruhi yang lain agar terinfeksi virus persekongkolan jahat.

Melalui Injil hari ini semakin jelas ditampilkan kepada kita perseteruan orang-orang Yahudi dengan Yesus. Yesus sih nggak ada masalah. Dia kerja saja terus dan setia mewujudkan misinya. Yang sibuk mencela dan menghujat ya orang-orang Yahudi. Sebenarnya, orang-orang Yahudi itu terdiri dari beberapa kelompok. Tahu sendiri kan? Kalau makin banyak kelompok, makin berkembang pula memang persekutuan, tetapi jangan kira tidak punya efek negatif. Semakin banyak kelompok bisa melahirkan semakin banyak konflik. Perbendaan pendapat yang mengakibatkan gesekan pun sering sulit dihindarkan. Begitulah pula yang terjadi di tengah-tengah orang Yahudi. Namun, kali ini dikisahkan bahwa orang-orang Farisi dan imam-imam kepala bersekongkol memanggil Mahkamah Agama. Untuk apa? Mereka mau mengadukan dan mengadili Yesus karena Yesus makin populer. Mereka ketakutan akan kehilangan simpati publik. Maka, yang dulunya berseberangan ide, sekarang bersekongkol bersatu untuk menjatuhkan Yesus. Kayak apa itu ya? Kayak yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari juga. Tau ah. Marilah kita berdoa: “Bapa, kamikah orang-orang yang bersekongkol jahat itu?

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply