Renungan

Meneladani Sikap Bunda Maria

 8 total views,  2 views today

Kamis, 25 Maret 2021 ; HARI RAYA KABAR SUKACITA, Yes 7:10-14;8:10, Ibr 10:4-10, Luk 1:26-38

Kita menginginkan kabar atau berita yang membuat hati kita senang atau bergembira. Saya yakin tidak ada orang yang menginginkan kabar yang membuatnya terkejut. Mendengar berita kelulusan diterima di universitas favorit atau sekolah favorit, keluarga yang di tempat jauh sehat-sehat, teman yang dicintai semangat dalam pekerjaannya akan membuat hati senang dan bahagia. Sebaliknya, berita yang mengejutkan akan membuat kita cemas dan gelisah. Maka, kabar buruk tidak diinginkan atau tidak diharapkan. Barangkali kalau mau dengar kabar ya silahkan menyanyikan lagu: “Oh angin kabar apa yang kau bawa” 😁😁😁.

Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang utusan Allah yang menyampaikan pesan Allah kepada Maria. Injil ini disampaikan keada kita bertepatan dengan perayaan hari ini, yakni hari Raya Kabar Sukacita. Maria terkejut saat mendengar kabar tapi koq malah dibilang Kabar Sukacita? Nah, percis itu jugalah pertanyaanku dan pertanyaan itu mengajakku untuk ngobrol sebentar dengan Maria dalam keheningan batin. Di awal memang Maria terkejut saat mendengar perkataan malaikat itu dan ia tidak mudah mengerti perkataan malaikat. Namun, malaikat berkata: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” Maria bukan malah makin mengerti dengan kata-kata itu. Kata-kata Malaikat makin menyesakkan hatinya karena Maria belum bersuami. Kata Malaikat lagi: “Roh Kudus akan turun atasmu.” Terjadi tawar-menawar antara Maria dengan utusan Allah hingga Maria sampai pada keputusan untuk menerima tawaran Allah dengan berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Inilah berita sukacita. Terjadi kerjasama Allah dengan manusia yang bernama Maria untuk mewujudkan rencana Allah. Berita yang seperti itu memang selalu membuat sukacita dan membahagiakan dalam hidup kita. Kita inginkan kabar seperti itu terjadi dalam hidup kita, yakni berita tentang keterhubungan kita dengan yang illahi untuk mewujudkan kehendak-Nya. Ada berita lain dalam hidup kita? Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga hati kami selalu terpesona pada tawaran-Mu”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply