Renungan

Mari Menjadi Pribadi yang Bermurah Hati

 135 total views,  2 views today

Senin, 01 Maret 2021 ; Dan 9:4b-10, Luk 6:36-38

Mengakhiri bulan Februari dan mengawali bulan Maret ini, Gereja kita berduka, khususnya umat di Keuskupan Agung Medan. Seorang gembala yang baik, Pater Leo Joosten, OFMCap kembali ke Rumah Bapa. Saya pribadi merasa sedih tetapi juga bahagia melepas kepergian beliau. Merasa sedih karena masih ingin mendengar suaranya, mendengarnya tertawa dengan suaranya yang khas sambil menepuk bahu, sikapnya yang lembut dan berbesar hati menghadapi orang beraneka karakter dan kepribadian. Sejauh saya dengar, beliau tidak pernah mengeluh dan tidak pernah mempersalahkan orang lain. Pada sisi lain, rasanya bahagia melepas kepergiannya karena banyak warisan yang ditinggalkannya. Baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Itu semua menjadi harta kekayaan rohani yang lebih megah dari Gereja Inkulturatif Batak Toba di Pangururan dan Gereja Inkulturatif Batak Karo di Berastagi yang dibangun dengan jerih payahnya. Dan harta rohani itu adalah aset rohani yang melimpah ruah daripada CU yang pernah dirintis dan didirikannya. Bangunan megah kedua gereja inkulturatif menegaskan bahwa beliau yang datang sebagai misionaris dari Belanda sangat terbuka sebagai pewarta Sabda Allah kepada orang-orang tempat perutusannya. Banyak tulisannya yang memuat budaya Batak Toba dan Batak Karo termasuk kamus Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Karo sebagai upaya dan kegigihannya untuk melestarikan budaya Batak.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati.” Tidak mungkin orang murah hati kalau tidak dapat membuka hati. Hanya orang yang mau membuka hati dapat menjadi murah hati. Orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang berusaha menghadirkan wajah Allah pada jaman ini. Kalau mau mengalami kehadiran Allah yang murah hati, kita harus berusaha, berdoa dan berjuang membuka hati kepada semua orang. Sebab, Allah membuka tangan dan hati-Nya untuk memeluk semua orang agar mengalami kemurahan-Nya. Kemurahan Tuhanlah yang menyambut Pater Leo Joosten saat ini. Selamat jalan Pater yang berhati mulia. Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami ingin mengalami kemurahan-Mu agar kami mampu murah hati terhadap sesama.”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply