Renungan

Sikap Diri Dalam Hal Mengikut Tuhan

 262 total views,  2 views today

Kamis, 04 Februari 2021 : Ibr 12:18-19.21-24, Mrk 6:7-13

Karena hari ini adalah hari special bagiku maka bangun pagiku tadi sangat awal. Entah apa specialnya toh setiap hari sebenarnya adalah special karena beda dengan hari-hari lainnya. Specialnya hari ini kurayakan dengan naik sepeda, tidak jogging seperti biasanya. Sambil mendayung sepeda merasakan angin berhembus di pagi hari, senyum indah kusajikan kepada dunia. Tebar pesona sendiri entah apa dan siapa yang melihat saat-saat gelap seperti itu. Hahaha. Saya ngobrol sendiri dengan berkata: “Untuk mengejar ketertinggalan, lebih baik naik sepeda.” Untuk kedua kalinya saya bicara sendiri dan kemudian tersenyum sendiri sambil berkata: “Lepas-bebas ternyata lebih bahagia.” Pastilah lepas bebas tidak sama dengan liar. Sikap lepas bebas membuat senyum makin bermutu, sedangkan sikap liar membuat keganasan dan kebuasan makin bertumbuh.

Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus mengutus para murid-Nya berdua-dua. Untuk apa? Mengusir banyak setan, mengoleskan banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Untuk tugas itu perlu sikap lepas-bebas tadi. Para murid tidak boleh membawa apa-apa. Beban apa pun tidak boleh mengekang dan mengikat seseorang agar tugas yang diembankan Yesus dapat ditunaikan. Sikap terbebani hanya akan menimbulkan penyakit dan tidak akan mungkin lagi menjadi pembawa kesembuhan. Yesus berpesan: “Jangan membawa apa-apa.” Kemudian Ia berkata: “Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Yesus dengan jelas hendak menegaskan agar jangan pusing bin stress kalau ditolak oleh orang. Perasaan ditolak dan pengalaman masa lalu yang amat pahit jangan dipikul terus. Kebaskanlah agar lepas-bebas. Enak sikap lepas bebas lho, mendayung sepeda pun jadi ringan. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami lepas-bebas mencintai Engkau dan membagikan cinta-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply