Renungan

Pemurnian Hati

 127 total views,  2 views today

Rabu, 24 Februari 2021 : Yun 3:1-10, Luk 11:29-32
Tidak jauh dari gubuk tempat saya tinggal ini terjadilah kemarin unjuk rasa. Ada yang bingung dan kaget setelah mengetahui kabar unjuk rasa tersebut. Sebab, kira-kira setahun yang lalu, kota ini termasuk kota yang toleran di Indonesia menurut lembaga survey tertentu. Ternyata, kemarin muncul gerakan unjuk rasa di tengah situasi Pandemi ini. Berbagai tanggapan orang di media sosial terhadap gerakan itu. Karena gerakan itu beridentitaskan agama, mudah tersulut hal-hal yang tidak diinginkan. Saling curiga dan mempersalahkan menjadi subur yang akan memicu konflik. Kejadian itu hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita yang sedang menunaikan ibadah puasa untuk memurnikan iman kita.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia. Yesus berkata: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Kata-kata Yesus ini sebagai peringatan keras kepada orang yang tertutup hatinya. Kalau hati tertutup, hasilnya memang keras kepala dan radikal. Diskusi tidak jalan dan dialog akan sulit. Relasi menjadi tidak hangat karena tidak pernah puas mengalami perjumpaan yang hangat sebagai tanda cinta. Kebenaran pun akan menjadi kebenaran sepihak yang sulit diterima orang lain. Pada masa puasa ini, kita diajak oleh Yesus untuk mengasah kepekaan kita agar semakin terbuka kepada-Nya. Ada banyak tanda kehadiran Tuhan saat ini. Termasuk kebaikan kerabat saya yang muslim yang menyediakan teh manis saat saya mampir dari jogging ke rumahnya. Akhir-akhir ini saya memang lebih senang jogging ke daerah teman-teman saya muslim. Sebab, ketika saya jogging ke tempat teman-teman saya Kristen, saya malah digonggong dan dikejar anjingnya. Marilah kita berdoa: “Tuhan, ajarilah kami melembutkan dan memurnikan hati agar kami tidak keras kepala”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply