Renungan

Kemerdekaan dalam Kristus

 66 total views,  4 views today

Selasa, 09 Feb 2021 : Kej 1:20-2:4a, Mrk 7:1-13

Sejak dari sononya Allah menghendaki agar manusia bebas-merdeka dan dengan demikian lebih mudah mengalami kebahagiaan. Ukuran kebahagiaan ditentukan oleh sikap bebas manusia. Harap dimengerti bahwa bebas tidak sama dengan liar apalagi buas. Kebebasan yang bersumber dari Allah adalah rahmat bagi manusia agar bahagia sebagai ciptaan Allah. Namun, sebaliknya manusia sering membebani diri dan membebani orang lain dengan aneka penilaian manusia. Manusia sering berpikir kalau nggak begini apa kata orang, kalau nggak begitu apa pula kata orang. Apa kata orang menjadi penjara atau kekang yang membuat kebebasan menjadi kerdil dalam diri manusia.

Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bertanya kepada Yesus: “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita?” Pertanyaan ini tidak salah. Aturan adat-istiadat memang perlu. Tetapi, yang menjadi kelemahan dari pertanyaan itu ialah bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menekankan pentingnya mematuhi aturan-aturan yang dibuat manusia padahal ada hal yang jauh lebih penting atau prioritas. Apa itu? Tak lain tak bukan yang menjadi prioritas ialah mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan hati untuk mengalami kehadiran Tuhan yang menuntun dan mengajari manusia agar manusia paham arti hidup yang sesungguhnya. Segala aturan haruslah dipahami dan ditaati sebagai wujud kebebasan manusia dan karena itulah aturan dapat menjadi sarana penghubung manusia dengan Allah dan sesama. Karena itu tidak dipahami orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, Yesus berkata: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” Allah sungguh melihat dan mengenal kedalaman hati kita walaupun kita sering menunjukkan sikap yang mengikuti pertimbangan apa kata orang. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami tidak terpenjara dan terkubur melainkan bebas dan merdeka mengalami kehadiran-Mu”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply