Mp3

Berdoa Dalam Keheningan

 196 total views,  2 views today

Selasa, 23 Februari 2021 : Yes 55:10-11, Mat 6:7-15
“Tiada kata seindah doa.” Kata-kata itu bukan dari saya, melainkan kata-kata orang bijak dan diulangi oleh banyak orang. Orang dengan mudah yakin bahwa tidak ada doa yang salah. Orang yang berani mengomentari doa akan dicela. Karena, ternyata tidak mudah berdoa dan apalagi disebut pendoa. Sebab, berdoa tidak sekadar tutup mata, setelah itu mulut komat-kamit yang ditutup dengan kata “amin”. Itulah yang membuat seseorang tidak mudah tampil untuk memimpin doa apalagi dicap sebagai pendoa. Doa bukan sekadar rumusan kata-kata, melainkan jauh melampaui kata-kata. Keindahannya terletak pada keluasannya yang melampaui kata-kata. Hahahaya.. Puyinglah dengan permainan kata.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus mengajar para murid-Nya berdoa. Saya membayangkan bahwa pengajaran ini bukanlah seperti seorang guru di kelas yang mengajar para murid dengan tatap muka atau daring kayak saat pandemi ini. Pengajaran ini adalah evaluasi dan peneguhan untuk semakin memotivasi para murid bahwa relasi cinta yang kuat dengan Bapa berdaya kuat mengubah hidup seseorang. Doa berdaya guna karena mengubah pola pikir manusia menjadi terorientasi pada kehendak Allah. Maka, dapatlah kita mengerti bahwa diam di hadapan Allah merupakan kata-kata doa yang berdaya kuat, sebab di dalam keheningan bahasa Illahi menjadi jelas dan manusia dipesonakan oleh Cinta-Nya. Marilah kita berdoa: “Tuhan, ajarilah kami menyelami misteri agung-Mu dalam keheningan batin”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply