Renungan

Pengenalan Kriteria

 227 total views,  2 views today

Jumat, 22 Jan 2021 : Ibr 8:6-13, Mrk 3:13-19
Dalam Kita Suci Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru, banyak kisah panggilan yang tidak selalu mudah untuk dimengerti, tetapi nyata dialami oleh orang tertentu. Entah panggilan para nabi, maupun panggilan para rasul hingga panggilan untuk menjadi pengikut Kristus pada jaman ini selalu memiliki dimensi misteri. Disebut memiliki dimensi misteri karena Tuhan langsung yang melakukan uji kepatuhan dan kelayakan terhadap orang tertentu untuk ditempatkan pada posisi tertentu sebagai orang beriman. Kita yakin bahwa itu semua terjadi karena relasi kerjasama antara orang yang dipanggil dengan Tuhan yang memanggil. Tanpa relasi dengan Tuhan, tidak mungkin kita mampu terbuka mendengarkan panggilan dan merespon panggilan-Nya. Tanpa sensitivitas, tidak mungkin antena penerima mengalami kontak yang kuat dengan sinyal dari pemancar.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus memanggil orang-orang yang dikehendakinya untuk menyertai Dia yang berjumlah dua belas orang. Angka dua belas merujuk pada dua belas suku Israel yang berarti semua suku dan bangsa dipanggil oleh Tuhan untuk mengalami kebersamaan dengan Dia. Dengan menyebut daftar nama dari dua belas rasul yang dituliskan dalam Kitab Suci, kita semakin yakin bahwa Tuhan mengenal orang yang dikehendaki-Nya untuk menjadi rasul-rasul-Nya. Tuhan yang menentukan para rasul-Nya berdasarkan pengenalan dan kriteria yang dibuat Tuhan. Kisah panggilan para rasul yang dikisahkan dalam Injil hari ini menjadi permenungan bagi kita untuk melihat sejauh mana kelayakan dan kepatuhan kita sebagai pengikut Kristus. Memang, sungguh tidak mudah mendengarkan panggilan Tuhan di tengah suara-suara yang muncul di tengah jaman ini. Banyak suara saat ini yang memanggil kita yang sebenarnya bukan suara Tuhan. Terhadap suara itu, ada saatnya kita menjawab iya sehingga kita keliru karena suara itu bukan suara panggilan Tuhan. Maka, hal pertama dan utama yang senantiasa kita asah ialah kepekaan untuk mendengarkan suara Tuhan agar kita tidak keliru berkata “iya”. Ini berlaku bukan hanya pada orang tertentu, tetapi semua orang beriman. Tuhan memanggil nama orang yang dikehendaki-Nya. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami mendengarkan dan mengiyakan suara-Mu dan bukan suara yang menyesatkan”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply