Renungan

Pengampunan

 170 total views,  2 views today

Jumat, 15 Jan 2021 : Ibr 4:1-5.11, Mrk 2:1-12
Tentang penyakit beragam pandangan orang. Karena itu, pengobatannya pun beraneka cara untuk menyembuhkannya. Baru-baru ini saya membaca buku yang mengulas banyak tentang pengobatan alternatif. Disebut alternatif karena pengobatan umum yang biasa menemui kesulitan. Sementara itu, pengobatan alternatif memberikan cara dengan penyembuhan holistik yang tidak hanya penyembuhan fisik. Diyakini bahwa di balik yang fisik ini ada energi. Maka, ketidaklancaran energi itulah yang diproses sehingga membantu penyembuhan fisik.
Dalam Injil hari ini dikisahkan penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Tidak diterangkan tentang penyembuhan fisik. Apakah Yesus mengurut si lumpuh dan mengolesi obat serta memberi ramuan tertentu, itu tidak diterangkan. Kata-kata mujarab ini yang penting pagi kita, Yesus berkata: “Dosamu sudah diampuni.” Apa maksudnya? Yesus menegaskan bahwa sakit itu bukan hukuman. Dengan tegas Yesus mau menyatakan bahwa Yesus hadir untuk mencintai dan memeluk kelemahan kita orang lumpuh dan tak berdaya. Sering sekali memang perasaan sangat berdosa atau bahkan sangat bersalah membuat kita tak berdaya. Bahkan, kita sering menakut-nakuti orang, kalau sakit, kita sebut bahwa itu adalah hukuman. Justru paham seperti itulah penyakit yang sangat menyakitkan dan berbahaya. Obatnya tak lain tak bukan ialah yakin bahwa Tuhan bukan penghukum. Ini adalah kekuatan orang beriman untuk mampu membarui hidup dari waktu ke waktu. Marilah kita berdoa: “Tuhan, sering kami lumpuh. Yakinkan kami bahwa Engkau amat cinta pada kami”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply