Renungan

Maju dan Berpengharapan

 174 total views,  2 views today

Rabu, 13 Jan 2021 : Ibr 2:14-18, Mrk 1:29-39
Tidak semua orang mampu dengan mudah dan cepat memaknai pengalaman penderitaannya. Pengalaman derita yang dimaksud ialah sakit, bangkrut usaha, ditipu orang, dan sebagainya. Bagi orang yang mampu menemukan makna terdalam dari pengalaman tersebut, muncul harapan bahwa setelah hari esok masih ada juga hari esok. Bukan karena hari berputar-putar, melainkan karena ada kesempatan untuk menyemai harapan. Dalam kesempatan itu, perjalanan hidup mengalami pemurnian untuk berpasrah.  Dari situ lahir kesadaran bahwa hidup tidak selalu bisa diatur dan dipilih sesuai kehendak pribadi. Setiap kali kita tersadarkan bahwa hidup adalah anugerah, namun perjuanganlah untuk mengiyakan bahwa yang tidak baik dalam hidup ini juga adalah rahmat.
Dalam Injil hari ini dikisahkan penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus kepada mertua Simon yang sedang sakit demam. Setelah penyembuhan itu, banyak orang berkerumun datang kepada Yesus dan Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit. Orang yang sedang sakit itu tidak makin menjauh dari Yesus. Penyakit justru membuat mereka semakin mungkin berjumpa dengan Yesus. Penyembuhan yang dialami bukanlah sim salabim atau permainan sulap. Orang yang mengalami kesembuhan dalam Yesus ialah orang yang memiliki gairah untuk melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh harapan walaupun banyak masalah dan tantangan hidup. Tuhan penuh kuasa, karena itu marilah kita datang kepada-Nya agar kita tetap kuat walau tantangan dan beban hidup terkadang berat. Marilah kita berdoa: “Tuhan, Engkau tidak menginginkan kami putus asa, melainkan maju dan berpengharapan dalam Dikau”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply