Renungan

Kesadaran Diri

 238 total views,  3 views today

Sabtu, 16 Jan 2021 : Ibr 4:12-16, Mrk 2:13-17
Seseorang pernah bercerita bahwa dia tidak pernah sakit. Rutinitasnya selama puluhan tahun berjalan dengan baik. Dia merasa tak ada masalah dalam tubuhnya. Kemudian saya bertanya: “Apakah sudah pernah memeriksakan kesehatan ke dokter?” “Oh tidak pernah. Itulah ketakutan saya. Kalau ketahuan ada penyakit, justru saya malah semakin sakit” jawabnya. Dengan wajah berhiaskan setengah senyum, saya tak bisa berkata apa-apa. Ternyata kesehatannya dibumbui oleh ketakutan.
Dalam Injil hari ini dikisahkan perjumpaan Yesus dengan seorang Lewi. Yesus berkata kepada seorang Lewi: “Ikutlah Aku!” Seorang Lewi ini diterangkan pula sebagai orang yang dekat dengan pemungut cukai. Pemungut cukai sering dicap sebagai orang berdosa. Entah terang-terangan berdosa atau terselubung, entah terlibat dalam OTT atau belum, yang pasti pemungut cukai dicap sebagai orang yang berdosa. Lewi tahu dan sadar akan cap yang diberikan orang kepada mereka. Mereka dijauhi oleh masyarakat. Tetapi, Yesus malah mendekati mereka, memanggil mereka dan akrab dengan mereka yang ditunjukkan dengan makan bersama. Dosa sering membuat kita jauh dari Allah, tetapi kesadaran diri seorang yang berdosa hendaknya tidak melenyapkan keyakinan bahwa Tuhan memanggil kita untuk senantiasa membarui diri. Kita semua memang berdosa, tetapi setiap orang mendapat karunia untuk bangkit. Karunia itu kita terima karena kita tidak takut untuk menampilkan diri apa adanya di hadapan Allah. Entah bagaimanapun wajah kita, Dia tetap mencintai dan memanggil kita untuk makan bersama Dia. Tuhan memanggil kita, jawaban kita apa? Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami sadar sebagai pendosa sekaligus mau menanggapi panggilan-Mu”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply