Renungan

Iman yang di Uji

 191 total views,  2 views today

Sabtu, 30 Jan 2021 : Ibr 11:1-2.8-19, Mrk 4:35-41

Hari ini ditahbiskan tiga orang pemuda untuk menjadi imam seumur hidup. Penahbisan ini adalah karunia Allah bagi Gereja. Kemauan orang untuk mau mengabdikan diri kepada Allah melalui Gereja sangat menentukan kualitas perjalanan Gereja mengarungi zaman. Sebab, Gereja membutuhkan orang-orang yang mau membaktikan diri dalam meneruskan tugas penggembalaan dan pelayanan Kristus di dunia. Penerusan tugas dari Kristus kepada Gereja menegaskan bahwa Kristuslah yang memimpin Gereja selama segala abad melalui orang-orang yang dipanggil dan yang dipilih-Nya. Ketangguhan dan dedikasi yang tinggi di tengah dunia yang semakin maju ini dibutuhkan dari orang-orang yang mau mengabdikan diri bagi Gereja agar Gereja mampu mengarungi zaman.

Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus berlayar bersama para murid-Nya. Mereka diterjang badai. Taufan yang sangat dahsyat mengamuk dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Saat itu Yesus sedang tidur. Murid-murid membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Perjalanan Gereja kita tidaklah selalu mulus. Setiap orang beriman pernah mengalami hantaman taufan dalam perjalanan hidupnya. Sering kali kita merasa bahwa kita sudah mendekati kebinasaan saat kita diterjang badai. Iman kita diuji. Saya sendiri sebagai imam pun pernah merasa bahwa beriman itu adalah ujian. Tidak selalu mudah menerima kenyataan hidup. Tetapi, selagi kita masih satu perahu dengan Yesus, kita tidak akan binasa. Yesus menghardik angin dan berkata kepada danau: “Diam! Tenanglah! Lalu angin menjadi reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Tidak ada cara lain menghadapi konflik dan badai hidup selain membiarkan Yesus menunjukkan kuasa-Nya. Yesus berkata: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Marilah kita berdoa: “Tuhan, iman kami sering lemah, tuntunlah kami selalu dalam kekuatan-Mu”.

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply