Renungan

Sederhana dan Tulus

 189 total views,  4 views today

Kamis, 10 Des 2020 : Yes 41:13-20, Mat 11:11-15
Ketulusan dan kesederhanaan tak pernah dikalahkan oleh apa pun. Bagi orang-orang yang tulus dan sederhana kemenangan bukanlah ambisi, melainkan output atau hasil dari olahan hati dan budi untuk melihat dan mengabdi ketulusan itu sendiri. Kalau kemenangan adalah ambisi, maka bisa jadi tanpa olahan hati pun kemenangan bisa diwujudkan. Berkutat pada ambisi maka hadirlah amunisi. Entah amunisi apa pun yang dibuat untuk memenangkan ambisi tadi mengabsenkan olahan hati dan budi membuat ketulusan dan kesederhanaan lenyap. Karena itu, orang bisa saja kalah karena kekurangan amunisi, tetapi kesederhanaan dan ketulusan tidak akan lekang sebagai kemenangan yang tak dapat dirampas siapa pun.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus memuji Yohanes Pembaptis. Bahkan, pujian ini amat terkesan berlebihan. Yesus berkata: “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripada.” Yohanes Pembaptis yang senantiasa berseru melalui kata dan kesaksian hidup adalah orang yang sederhana dan tulus. Orientasinya bukan kemenangan ambisi tetapi mewujudkan jalan yang lebar dan rata agar orang melihat mengalami pengharapan dan masa depan yang cerah. Akhir hidup Yohanes Pembaptis tragis. Bahkan disebut kalah karena mati dipenggal oleh Herodes. Namun, apa yang telah diperbuat oleh Yohanes adalah kemenangan yang tak pernah dilupakan dalam sejarah keselamatan manusia. Warta dan kesaksiannya adalah olahan hati dan budi untuk mewujudkan kebenaran. Kemenangannya tidak periodik atau berjangka. Marilah kita berdoa: “Tuhan, ajarilah kami sederhana dan tulus agar kami memenangkan kesederhanaan dan ketulusan dari-Mu”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply