Renungan

Pembawa Harapan

 192 total views,  2 views today

Jumat, 11 Des 2020 : Yes 48:17-19, Mat 11:16-19
Mempersalahkan dan merasa bersalah itu beda. Tetapi, bisa hadir sekaligus sebagai hasil dari kebingungan memahami diri sehingga kesulitan memahami orang lain. Kalau kesulitan melihat diri sendiri,  sangat besar kemungkinan sulit melihat orang lain. Pilih yang mana?  Satu pun tak perlu. Keduanya perlu dipulihkan dengan menelisik akarnya.
Dalam Injil hari ini dikisahkan luapan perasaan Yesus terhadap orang-orang yang tidak mampu menerima Yohanes dan juga Yesus. Ketidakmampuan mereka menerima Yohanes dan Yesus berawal dari ketertutupan hati dan ketidakmampuan mereka mengerti tentang kebutuhan mereka. Hasilnya, mereka justru mempersalahkan Yohanes dan menolak Yesus. Padahal, kedatangan Yohanes adalah membawa harapan agar orang semakin mengalami kehangatan dalam diri Sang Juruselamat. Umat beriman saat ini diajak untuk menyelami dirinya di hadapan Allah, sehingga sungguh yakin bahwa kerinduan terdalam pada diri manusia ialah berjumpa dengan Allah. Bukan sekadar keinginan, melainkan tercipta untuk merindukan Yang Illahi hadir dalam dunia nyata ini. Dengan demikian, orang beriman memiliki arah. Yesus berkata: “Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami tidak sibuk mengelabui diri dan mengelabui orang lain”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply