Renungan

Ngobrol Dengan Tuhan

 92 total views,  2 views today

Jumat, 25 Des 2020 : Hari Raya Natal, Yes 52:7-10, Ibr 1:1-6, Yoh 1:1-18
Ngobrol, curhat, tertawa adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan itu tak bisa dipenuhi sendiri. Karena itu, ngobrol selalu membutuhkan orang lain. Ngobrol sendiri bisa, asal jangan tanpa suara. Dalam dunia kerohanian ada yang disebut dengan dialog batin, atau pemeriksaan batin atau doa batin. Tetapi, mana ada orang yang terus hidup dalam suasana seperti itu? Orang harus keluar dari dirinya dan berjumpa dengan sesamanya untuk berbicara, curhat dan melakukan aneka kegiatan lainnya.
Dalam Injil hari ini diulas kesungguhan Allah untuk mau ngobrol, curhat dengan manusia. Allah punya bahasa tersendiri untuk menyapa manusia dalam diri Yesus. Manusia bisa mengerti bahasa Allah karena Firman Allah yang Mahatinggi dapat dimengerti manusia. Allah datang menjelaskan diri-Nya dalam rupa manusia yang kita namai Yesus. Firman menjadi Manusia berarti Allah menjelaskan diri-Nya dalam diri Yesus. Maka, kita dapat mengenal Allah bukan karena kemampuan manusiawi kita, melainkan karena Allah datang menerangkan siapa Dia dalam diri Yesus. Allah rindu agar manusia mengenal Dia dan kerinduan itu ditunjukkan dengan kehadiran Anak-Nya yang datang mengunjungi kita. Maka, ber-Natal adalah ngobrol dengan Tuhan yang amat dekat dengan manusia. Allah tidak mengingingkan manusia ngobrol sendiri, karena itulah Ia membahasakan Diri-Nya dalam diri Anak-Nya. Dalam diri Yesus Kristus, kita sungguh jelas melihat, merasakan, mendengarkan dan mengalami bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kasih. Ia datang menjadi manusia untuk mengalami apa yang kita alami. Yuk, mari ngobrol dengan Tuhan kita. Marilah kita berdoa: “Tuhan, Engkau amat dekat dan amat cinta kepada kami. Semoga kami tidak pernah berhenti ngobrol dengan Dikau”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply