Renungan

Melihat Dengan Cara Tuhan

 184 total views,  3 views today

Jumat, 04 Des 2020 : Yes 29:17-24, Mat 9:27-31
Sebelum berangkat dari tempat parkir, saya ngobrol sebentar dengan petugas parkir. Terasa bahwa petugas parkir itu bersahabat, ramah dan enak jadi teman ngobrol. Hanya saja saya merasa lucu ketika ia tiba-tiba bertanya kepada saya: “Kenapa cepat pulang kemarin dari pesta itu?” Seketika itu juga, kening saya langsung berkerut pertanda bahwa saya amat bingung mendengar pertanyaannya dan tidak tahu mau jawab apa. Sebab, sudah hampir satu tahun saya nggak menghadiri pesta. Karena itu, saya balik bertanya: “Pesta dimana?” Melihat mimik wajah saya yang tidak nyambung, petugas parkir itupun tersipu agak malu. Mungkin saja ada yang mirip-mirip saya dikenalnya atau sekurang-kurangnya dia pernah mebayangkan akan bertemu dengan yang mirip saya di tempat parkiran atau saat acara pesta.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Yesus tidak langsung menyembuhkan kedua orang buta itu. Yesus bertanya: “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya” Jadinya, mereka sembuh, mata mereka menjadi melek. Saya sendiri bertanya-tanya, koq bisa kedua orang buta itu amat percaya kepada Yesus padahal mereka berdua nggak pernah melihat dengan mata kepalanya tentang apa yang dibuat Yesus, bagaimana rupa Yesus, dan sebagainya. Di sini kita dihadapkan pada permenungan terus-menerus bahwa tidak hanya mata kepala yang memberi informasi yang tepat pada kita. Bahkan, ternyata mata pun bisa menyesatkan. Kayak petugas parkir itu? Karena itu sangat diawaskan memakai mata apalagi jadi mata-mata. Kalau begitu, coba sekali-sekali melihat tanpa mata.  Siapa tahu ada yang main mata. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami melihat dengan cara yang Engkau inginkan, bukan dengan cara yang kami inginkan”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply