Renungan

Kuasa Allah

 193 total views,  3 views today

Senin, 14 Des 2020 : Peringatan Wajib Santo Yohanes dari Salib, Bil 24:2-7.15-17a, Mat 21:23-27
Kalau ada orang yang orientasi kecenderungannya hanya untuk menguasai, sebenarnya ia sedang mempertontonkan ketidakutuhannya sebagai manusia. Karena itu, makna kata raja tidak selalu menguasai atau mendominasi. Unsur itu memang ada, tetapi tidak harus dominan. Sebab, ada juga raja yang sekadar sebutan, misalnya raja hutan. Orientasi kecenderungan hanya untuk menguasai akan membuat seseorang jatuh pada kecenderungan berbicara tanpa kepala. Nafsu dan kehausan akan kuasa seperti itulah pula yang bisa jadi menghalalkan cara yang sebenarnya tidak halal.
Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang pertanyaan imam-imam kepala serta pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada Yesus. Mereka bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?” Yesus memang sedang tenar. Seandainya jaman itu sudah canggih dunia media sosial, barangkali Yesus akan viral di dunia maya setelah populer di dunia nyata. Pengajaran dan penyembuhan yang dibuat-Nya menggugah hati banyak orang. Pantaslah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi seperti cacing kepanasan. Kehadiran Yesus membuat menggoyang otoritas imam-imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi. Mereka masih mempertahankan ketertutupan hati dan tidak mau menerima kebenaran. Pertanyaan mereka tidak dijawab oleh Yesus karena Yesus tahu kepalsuan hati mereka. Komunikasi tidak akan berlangsung baik kalau sepihak berusaha dominan. Kebenaran akan sangat sulit dilihat oleh orang yang haus akan kuasa. Bagi mereka, nafsu berkuasa adalah dewa. Marilah kita berdoa: “Tuhan, kuasailah kami, agar kami mengerti apa yang Kaukehendaki dari kami”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply