Renungan

Keletihan Punya Arti

 185 total views,  2 views today

Rabu, 09 Des 2020 : Yes 40:25-31, Mat 11:28-30
Letih?  Minum Fatigon!  Begitulah iklan sebuah produk yang sudah biasa kita saksikan di televisi. Maka, bisa jadi bagi pengikut iklan, Fatigon menjadi modal utama untuk menghadapi keletihan. Saya sendiri belum pernah mengonsumsinya. Bukan karena saya nggak pernah merasa letih. Tetapi, alasan letih sering bukan karena pekerjaan. Keletihan sering terjadi karena bawaan dari dalam diri. Sebab, ada juga orang yang letih sebelum bekerja atau belum berbuat apa-apa. Mau minum obat sekuat apa pun, ya letihnya nggak bakalan sirna. Sebab, letihnya salah penanganan.
Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Datanglah kepada-Ku kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan.” Ini bukan berarti bahwa Yesus adalah bank masalah, yang menginginkan setiap orang beriman mencampakkan segala bebannya kepada Tuhan dan kemudian orang beriman bisa berperilaku seperti orang yang lempar handuk sembunyi tangan atas persoalan hidupnya. Bukan seperti itu! Yesus justru mengajak setiap orang beriman agar tidak melarikan diri dari bebannya, dari hal-hal yang membuatnya letih, dengan demikian, keletihan memiliki makna dan arti karena punya arah pada perjuangan Kristus di jalan salib-Nya. Tanpa Fatigon pun, orang yang letih pasti bahagia kalau punya paham paham bahwa perjuangan dan keletihan punya arti. Derita punya arti dan perjuangan tidak akan ada yang sia-sia. Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami mau mengikuti Engkau di jalan Salib-Mu dengan berjuang”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply