Renungan

Berjuang adalah Kekuatan

 190 total views,  3 views today

Kamis, 03 Des 2020 : Pesta St. Fransiskus Xaverius, 1Kor 9:16-19.22-23, Mrk 16:15-20
Seorang penulis pernah menuliskan bahwa orang-orang yang berjuang tidak pernah kalah. Sebab, kemampuannya tidak berhenti pada pencapaian, tetapi meluncur terus di tengah arus deras jaman. Perjuangan itu harus senada dengan situasi atau konteks jaman tertentu. Untuk membaca situasi dan membuat usaha pada jaman tertentu itu pun sudah harus dibutuhkan perjuangan. Apalagi harus menghadapi lawan yang tidak senang dengan berjuang yakni orang-orang mapan, yang senang instan dan doyan karbitan. Menghadapi itu, butuh kekuatan super ekstra, agar berjuang menjadi kenyataan yang harus dimenangkan. Barangkali kita bisa berspekulasi dengan ide dan gagasan yang brilian, namun tanpa sikap berjuang, hasilnya sama saja dengan semua hal yang dikalikan dengan nol. Penyanyi dangdut yang melantukan lagu “Emang lidah tak bertulang” pasti tahu itu.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus mengutus para murid-Nya dengan berkata: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahkluk.” Nyata bahwa Santo Fransiskus Xaverius menaati perintah Tuhan itu. Ia datang dari negerinya dan menaburkan benih di tanah Maluku, wilayah Indonesia. Saya tidak tahu apakah ia tersenyum dari Surga sekarang melihat tanah Maluku pun seluruh Indonesia. Namun, bagi orang beriman konteks Indonesia saat ini, pewartaan Santo Fransiskus Xaverius tetaplah sebagai harta yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung perjuangan dan kegigihan untuk membuat Sabda Tuhan menjadi sumber kesegaran yang menyuburkan siapa pun dan dimana pun. Itu tidak berarti harus setiap orang beriman menjadi Pastor, Suster atau Pengkotbah di Pasar Senen atau di Senayan atau Parjamita di Gedung Olah Raga atau di Youtube, melainkan setiap orang beriman diajak untuk berjuang agar Sabda Tuhan menjadi Sabda Illahi yang menyegarkan kita pada kekinian. Dengan demikian, berjuang adalah kekuatan yang senantiasa harus diasah untuk mewujudkan kesuburan pada konteks apa pun.  Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami tidak mapan saja, melainkan berani ambil resiko untuk berjuang menghayati Sabda-Mu”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply