Renungan

Anak-Anak Suci

 190 total views,  3 views today

Senin, 28 Des 2020 : Pesta Kanak-Kanak Suci, 1Yoh 1:5-2:2, Mat 2:13-18
Sukacita natal tahun ini dirayakan anak-anak secara berbeda dari yang biasanya. Kemarin, setelah selesai misa, beberapa anak dengan wajah agak murung datang meminta untuk didoakan dan mohon berkat. Wajah mereka polos menyiratkan bahwa ada yang kurang mereka rasakan pada natal kali ini. Perayaan natal yang biasanya diisi dengan acara bersama, liturgi yang khas, hiburan-hiburan yang kreatif tidak ada saat ini. Perayaan natal diadakan di dalam keluarga. Karena itu, setiap keluarga memang harus kreatif membuat kegiatan atau pun perayaan natal yang menyentuh hati anak-anak agar mereka tidak merasa dilupakan pada natal kali ini.
Dalam Injil hari ini dikisahkan keganasan Raja Herodes membunuh anak-anak di seluruh Betlehem. Alasannya, Herodes merasa panik dan terganggu mendengar Bayi Sang Juruselamat yang lahir ke dunia adalah Raja dari segala raja. Herodes memang raja, tetapi sayang sekali dia bukan raja yang mengayomi dan melindungi, melainkan raja yang membunuh, mematikan dan memangsa orang lain. Kekuasaannya justru mematikan orang yang lemah dan tak berdaya. Kisah kematian anak-anak yang menjadi martir saat kelahiran Yesus adalah juga kematian hal-hal kecil, sederhana namun positif dalam kehidupan bersama kita. Begitu banyak hal kecil, sederhana yang terlalaikan dan bahkan dimatikan oleh niat-niat jahat seperti niat Herodes. Kita diajak mencari niat-niat Herodes dalam hati kita. Jangan-jangan Herodes bersembunyi di hati kita dan menampakkan diri lewat tindakan kita yang bengis, kejam dan tertutup kepada hal-hal yang baik walau kecil dan sederhana. Kematian anak-anak yang dibunuh oleh Herodes adalah kematian hati nurani juga yang tidak mampu lagi bersuara menyuarakan kebenaran. Terkadang hati nurani juga diperalat hanya menyuarakan kebenaran yang sarat kepentingan pribadi atau kelompok, bukan kepentingan hidup bersama. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami mampu melihat kehadiran-Mu dalam diri orang kecil dan lemah”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply