Renungan

Penglihatan Iman

 44 total views,  2 views today

Selasa, 24 Nop 2020 : Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac, dkk., Why 14:14-20, Luk 21:5-11
Ada-ada saja memang alasan orang untuk doyan membicarakan hari kiamat. Hanya dengan membaca dan menonton berita fenomena alam pun, orang bisa langsung berkata bahwa kiamat telah dekat. Padahal, entah apa kiamat dan bagaimana terjadinya belum pernah jelas. Sekurang-kurangnya bagiku belum jelas. Saya tidak tahu apakah pembaca renungan ini sudah mengerti dengan jelas dan sungguh terang-benderang tentang hari kiamat. Mohon saya diajari ya! Sekiranya ada orang yang langsung menghubungkan fenomena alam dan aneka yang terjadi sebagai kesimpulan bahwa kiamat telah dekat bisa jadi memang Upin dan Ipin sedang hidup nyata. Sehingga, iman Upin dan Ipin merasuki manusia jaman ini. Jadinya, apa-apa saja yang dilihatnya langsung ditelannya dan cukup dengan berkata: “Betul, betul, betul.” Begitulah godaan jaman ini. Iman Upin dan Ipin tampak dalam diri orang yang malas menelisik lebih dalam tentang rencana dan rancangan Allah dalam aneka situasi hidup, bahkan dalam situasi tersulit pun.
Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus menyampaikan ajaran yang sangat tegas bagi orang-orang yang memandang dan memuji kemegahan bangunan Bait Allah di Yerusalem. Saat itu ada orang yang mengagumi Bait Allah dengan hiasannya yang begitu indah. Nah, orang yang hanya kagum pada penampilan itulah yang beriman seperti Upin dan Ipin. Yesus berkata: “Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Nubuat Yesus itu memang sudah kenyataan sekarang. Bait Allah telah hancur dan sudah berubah jadi tembok ratapan. Ketika saya menyaksikan tembok ratapan tahun lalu, sedikit pun hati saya koq nggak ada keinginan untuk meratap. Yesus mengajak semua orang agar tidak terlena pada yang kelihatan saja agar yang kelihatan itu tidak mengombang-ambingkan arah dan tujuan hidupnya. Untuk itu, perlu senantiasa mengasah penglihatan iman pada jaman ini. Dalam aneka peristiwa hidup, kita diajak untuk semakin mendalami dan menemukan kehadiran Tuhan yang menuntun kita. Santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawannya yang kita peringati hari ini berani menumpahkan darahnya demi kesuburan Gereja di Vietnam. Mereka tidak seperti Upin dan Ipin yang manggut-manggut tunduk pada Kaisar, tetapi mereka teguh dalam iman walau harus menderita. Itu bukan kiamat. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami tidak malas bertemu dengan Dikau dalam seluruh aneka situasi, agar hidup kami tidak terombang-ambing”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply