Renungan

Pelayanan

 211 total views,  2 views today

Selasa, 10 Nop 2020
Peringatan Wajib St. Leo
1Tit 2:1-8.11-14
Luk 17:7-10

“Kami mengutamakan kepuasan anda”. Itu adalah slogan yang sudah biasa kita dengar. Tetapi, tujuan slogan itu sebanarnya tidak berhenti pada kepuasan orang yang dilayani. Memang, ketika masuk ke restoran yang ada tulisan slogan seperti itu, kita bisa masuk dengan bebas dan merasakan pelayanan di situ. Tetapi, kalau mau keluar, ya harus bayar semua, termasuk senyum saat menyambut tadi ya harus dibayar. Itu berarti, pelayanan seperti itu adalah pelayanan berbayar. Semakin maksimal pelayanan mereka, semakin tinggi kepuasan pengunjung semakin mahal pula harga yang harus dibayar. Kepuasan adalah produk yang harus dicipta agar menghasilkan untung semaksimal mungkin. Itu tentu berbeda dengan pelayanan seorang ibu yang sejak bangun pagi hingga larut malam memperhatikan anak, keperluan rumah tangga dan hal yang berkaitan dengan itu semua. Bayarannya apa? Atau seorang suami yang mencintai isterinya yang amat sulit dipahaminya. Itu hanya bisa kalau ketulusan bergema kuat.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajari para murid-Nya tentang pelayanan. Apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya adalah pertanyaan yang harus selalu bergema dalam diri seorang pelayan. Untuk menggambarkan model seorang pelayan, Yesus memaparkan sebuah perumpamaan, Tuan dan hamba. Hamba melakukan apa yang harus dilakukan bagi tuannya tanpa mengharapakan imbalan apa pun. Itu hanya bisa dilakukan kalau ada ketulusan dan penyerahan diri. Tanpa itu, pelayanan akan menjadi beban apalagi kalau orientasinya adalah untung dan rugi. Kepada murid-murid-Nya, Yesus berkata: “Kami adalah hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa saja yang harus kami lakukan.” Semoga kita tahu apa yang harus kita lakukan. Marilah kita berdoa: “Tuhan, apa yang harus kulakukan?”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply