Renungan

Berjaga Sambil Berdoa

 269 total views,  2 views today

Sabtu, 28 Nop 2020 : Why 22:1-7, Luk 21:34-36
Di daerah kami ini sedang musim hujan. Akibatnya, yang selama ini lock down karena Covid-19, makin lock down lagi. Lock down double ya. Kalau sebelum musim hujan masih banyak waktu ke sekitar pekarangan untuk kegiatan-kegiatan bermanfaat, saat ini ya harus membuat kegiatan yang tahan terhadap hujan. Itu berarti mampu beradaptasi pada segala musim dan masa. Tanpa itu, jadinya bisa lebih deras tangisan walau tanpa air mata daripada derasnya hujan. Memang, tak ada gunanya menangisi hujan apalagi badai. Sikap seperti itu malah membuat makin deras hujan. Dan air mata menjadi hujan air mata yang akan mengalir di sungai air mata. Oalah…
Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Pesan Yesus dalam perikop Injil ini berkumandang lantang serentak mengakhiri masa liturgi Tahun A. Besok kita memasuki Tahun Baru, Tahun Liturgi B, yang dimulai dengan Hari Minggu Advent I. Peralihan musim dan masa, lumrah dalam kehidupan ini. Tidak hanya peralihan tahun liturgi. Peralihan tugas, peralihan situasi, dan aneka peralihan dalam dimensi hidup kita adalah lumrah. Menyadari itu, kita diajak oleh Yesus berpegang pada Sabda-Nya agar tidak goyah dan lumpuh pada satu masa yang menjadikan hidup kita penuh masalah, namun berjalan bersama Dia yang senantiasa menolong dan meneguhkan hati kita. Itulah doa. Bukan sebagai rutinitas, melainkan daya hidup yang membuat orang beriman melintasi aneka musim dan situasi dalam hidupnya. Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami mau kemanapun Engkau bawa”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply