Renungan

Anugrah Pengelihatan

 206 total views,  2 views today

Senin, 16 Nop 2020 : Why 1:1-4; 2:1-5a, Luk 18:35-43
Kemarin teman saya cerita tentang keinginannya yang berubah. Maksudnya?  Dulunya dia tidak menginginkan bahkan sampai menjijikkan sesuatu, tetapi kemudian keinginannya menjadi menggila-gila terhadap sesuatu yang tidak dinginkannya itu. Maksudnya? Pada fase tertentu, ternyata orang mengalami keinginan tertentu. Kalau begitu, manusia harus selalu meningkatkan kemampuannya untuk mengenal dirinya pada konteks situasi tertentu sehingga tahu kebutuhannya. Maka, dia sanggup menginginkan yang dia butuhkan. Akan bagaimana orang kalau menginginkan yang tak dibutuhkannya?  Memang, keinginan tak selalu muncul karena kebutuhan. Tetapi, kalau keinginan dipenuhi tanpa kebutuhan bisa jadi akan seperti roda pedati yang tak ada menariknya.
Dalam Injil hari ini dikisahkan seorang buta yang berseru kepada Yesus. Orang buta itu belum pernah melihat Yesus koq yakin buanget kalau yang lewat itu adalah Yesus?. Ternyata, di tengah suasana gelap gulita masih ada cara Tuhan untuk memperdengarkan kehadiran-Nya lewat orang-orang yang sangat terbatas dan rapuh. Itulah juga yang terjadi pada jaman kita ini. Dari orang di sekitarnya, orang buta itu mendengar bahwa Yesus sedang lewat dan kemudian dia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Ada-ada saja orang yang menghalanginya untuk berseru, tetapi orang buta itu justru makin yakin berseru dan terus berseru. Kemudian, Yesus bertanya: “Apa yang kau inginkan Kuperbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, semoga aku melihat!” Melihat adalah kemampuan fisik tetapi tidak lengkap kalau rahmat penglihatan dari Allah tidak ada pada penglihatan fisik kita. Bisa jadi memang keinginan dan kebutuhan kita sendiri tidak kita ketahui karena karunia penglihatan dari Allah tidak selalu ada pada penglihatan kita yang fisik. Atau bahkan keinginan dan kebutuhan pun sering bertabrakan dan bertubrukan. Penglihatan yang dikaruniakan Tuhan adalah rahmat bagi orang beriman agar tidak terombang-ambing walaupun banyak desakan dan godaan. Marilah kita berdoa: “Tuhan, anugerahkanlah karunia penglihatan yang bersumber dari Dikau bagi kami”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply