Renungan

Allah Pembela

 46 total views,  3 views today

Rabu, 25 Nop 2020 : Why 15:1-4, Luk 21:12-19

Ceramah atau kotbah atau pengajaran berkaitan dengan ajaran iman setiap agama atau aliran kepercayaan sangatlah mudah kita saksikan di dunia media sosial sekarang ini. Akibatnya, ajaran dari agama yang satu boleh diketahui oleh penganut agama yang lain. Bagi orang yang bijak, kesempatan itu tentu menjadi kesempatan emas karena berguna untuk meluaskan wawasan dan pemahaman tentang sesama. Pemahaman akan perbedaan pun menjadi komponen mutlak untuk menghadirkan sikap bijaksana sebagai perekat dalam hidup bersama. Tetapi, ada-ada saja orang yang justru memanfaatkan media sosial untuk menggempur sesamanya, memprovokasi untuk melahirkan konflik. Sikap itu disebut pula terpuji apalagi dicap sebagai cara membela Allah. Sebenarnya, setiap kali menyaksikan video ceramah yang berapi-api dan berkobar-kobar yang berpotensi menghasut orang banyak itu, saya bertanya-tanya. Ini pengajaran atau iklan? Kasihan sekali penceramah sudah berapi-api gitu, eh ternyata pas di tengah gitu, kita disuguhi iklan shampo atau iklan ikan gurami yang sedang terbang? Koq tega banget ya sehingga shampo atau ikan gurami pun harus ikut-ikutan memprovokasi. Hehehe.

Dalam Injil hari ini Yesus menegaskan penyertaan-Nya bagi umat beriman. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam segala kesulitan apa pun. Bahkan, saat umat beriman diolok-olok, dianiaya, ditahan, bahkan disiksa kayak Andreas Dung Lac yang kita peringati kemarin, Tuhan berkata: “Tidak sehelai pun rambut di kepalamu akan hilang.” Maka, entah sehebat apa pun provokasi ceramah orang tertentu yang menghasut dan memecah belah umat beriman yang dibumbui dengan iklan shampo, umat beriman hendaknya tidak mudah terpancing untuk meneruskan video macam itu sebagai penolakan terhadap kejahatan berlanjut. Bisa jadi penceramah mau sambil jualan shampo atau ikan gurami yang bisa terbang. Bagi umat beriman, Allahlah menjadi pembela, bukan kita yang membela Allah. Allah nggak perlu pembela karena Ia Mahakuasa. Maka, umat beriman hendaknya bersandar senantiasa kepada-Nya dalam seluruh momentum hidupnya agar sungguh merasakan dan mengalami pembelaan yang berasal dari Allah. Orang seperti itu akan selalu bertanya pada Allah yang Mahakuasa, apa yang dikehendaki-Nya untuk diwujudkan dalam hidup bersama di dunia ini. Kalau begitu, nggak usah dibelain penceramah plus iklan shampo! Marilah kita berdoa: “Tuhan, Engkaulah pembela kami”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply