Renungan

Malaikat Pelindung

 257 total views,  3 views today

Jumat, 02 Okt 2020 : Peringatan Wajib
Para Malaikat Pelindung, Kel 23:20-23a, Mat 18:1-5.10

Entah benar atau tidak (jangan tanya saya ya) kebenaran cerita ini. Katanya ada orang yang berusaha untuk menambah kekuatan, kekebalan, pertahanan diri dengan cara meramu bahan tertentu ditambah mantra dan kemudian membawanya kemana pun pergi. Menurut cerita yang beredar, orang yang memakainya akan makin percaya diri, punya kekuatan lebih, bahkan auranya pun katanya makin manis. Yang wajahnya agak seram-seram gicu pun bisa jadi akan menampilkan aura yang ramah, santun soleh yang membuat orang tertarik, terpana. Sejumlah fungsi lain disebutkan lagi dan tentu dengan bahan yang beraneka ragam. Yang paling mengherankan katanya, orang yang punya gicuan nggak akan bakalan kena serangan apa pun. Dia hanya bisa menyerang. Kalau saya ditanya tentang kebenarannya itu, saya akan balik bertanya seperti biasa. Belum cukupkah yang telah diciptakan dalam diri itu sehingga harus menambah aneka itu? Mungkin penciptaan belum sempurna atas diri ini ya? Hayaaa… Jawabannya saya kembalikan kepada setiap pemirsa. Ha ha ha

Hari ini Gereja kita memperingati para malaikat pelindung. Gereja kita yakin bahwa Allah senantiasa menjaga, memelihara dan merawat umat beriman dengan mengutus malaikat-malaikat pelindung kepada setiap umat beriman. Bentuk malaikat pelindung itu seperti apa? Disebutkan bahwa malaikat itu adalah makhluk murni spiritual, bukan mahkluk bertubuh, tak kelihatan, tak dapat mati dan berpribadi, dianugerahi akal dan kehendak. Pemahaman ini membangun keyakinan kita bahwa Allah senantiasa menjagai kita dengan caranya. Sejuta cara Allah untuk melindungi umat-Nya yang tidak bisa sempurna dipahami oleh manusia. Ketidakmampuan manusia memikirkan itu bukan meniadakan peran Allah. Di sini ditekankan misteri keilahian yang tidak tuntas dipahami manusia. Anehnya, manusia sering nggak mau dijaga. Sehingga, cari aman pada yang bukan aman, atau cari aman pada apa yang dipikirnya aman, padahal Allah sejak awal mula telah menyediakan, mempersiapkan keamanan dan kenyamanan tingkat tinggi pada umat-Nya. Marilah kita berdoa: “Tuhan, ajari kami untuk selalu berpasrah pada penjagaan-Mu, bukan pada penjaga yang kami buat-buat sendiri”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply