Renungan

Kemampuan Menganalisa

 129 total views,  2 views today

Jumat, 23 Okt 2020 : Ef 4:1-6, Luk 12:54-59
Setiap kali saya mendengar kata-kata dari siaran TV yang berbunyi: “Kami kabarkan, Anda putuskan,”  saya maknai sebagai ajakan  untuk menimbang-menimbang sehingga mampu mengambil keputusan. Kemampuan menimbang-nimbang adalah kemampuan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia. Tujuannya bukan untuk membuat manusia galau seumur hidup atau bingung nan linglung seumur hidup, melainkan agar manusia selalu setia mengasah kemampuan hati nurani dan akal budinya untuk memilih yang tepat sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu tidak mudah, bahkan sangat ribet.
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata: “Hai orang-orang munafik, kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar?” Perkataan ini adalah perkataan keras yang disampaikan Yesus bagi para pendengar-Nya. Penyebabnya adalah kedegilan hati orang yang malas membuat pertimbangan-pertimbangan untuk sampai pada sikap yang tepat. Pertimbangan atau analisa menjadi dasar untuk menentukan sikap. Sialnya, ada-ada saja orang yang pertimbangannya benar, logikanya lurus, tetapi keputusannya melawan pertimbangannya. Melawan arus logika itu adalah tabiat orang yang sering mengubur suara hati nuraninya. Analisanya baik, tetapi pilihannya salah. Sebaliknya, pilihan tidak mungkin lagi tepat kalau jalan analisa sudah salah. Setiap masa, Tuhan mengajak umat beriman untuk membaca tanda-tanda di sekitarnya sehingga mampu memilih sikap yang yang tepat. Itu tidak gampang. Tantangannya bukan hanya dari luar diri, tetapi terutama dari dalam diri. Sakitnya itu makin parah, ketika saya harus memilih yang tidak diketahui dan tidak dikenal. Penyesalan selalu datang terlambat. Sebelum terlambat, pertimbangkan!  Modal pertimbangan ada pada tanda-tanda di sekitar, Tuhan berbicara di dalam tanda-tanda itu. Marilah kita berdoa: “Tuhan, semoga kami peka selalu melihat kehadiran-Mu di sekitar kami hingga kami mampu memilih yang Engkau kehendaki”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply