Artikel

Manusia Mencari Allah

 336 total views,  2 views today

Allah menjadikan dunia dan segala isinya dengan perantaraan FirmanNya (Yoh 1:1). Demikian juga manusia diciptakan Allah menurut citraNya. Pada waktunya manusia akan kembali kepada Allah. Oleh karena manusia itu berasal dari Allah, ada kerinduan dalam diri manusia untuk selalu dekat dengan Allah. Akan tetapi, manusia itu cenderung kepada yang jahat karena keinginan dagingnya misalnya; bermalas-malasan, membenci sesama, mendendam, cemburu, iri hati, dsb. Kecondongan manusia kepada yang jahat adalah sumber dari hilangnya rasa damai dalam kehidupan umat manusia. Bila manusia jauh dari Allah, manusia akan merasa tidak tenang dan menderita.

Allah menempatkan manusia pertama di Taman Eden penuh damai dan kebahagiaan serta meletakkan kehendak bebas di dalam diri manusia, agar dengan kehendak bebas itu manusia berusaha untuk mengenal dan mengasihi Allah serta melaksanakan kehendak-Nya. Selain kehendak bebas, Allah juga menganugerahkan kepada manusia akal budi, agar dengan akal budi itu manusia mampu mengasihi Allah dengan seluruh dirinya. Kasih kepada Allah itu harus ditunjukkan dengan kasih kepada sesama.

Santo Agustinus berkata, “Engkau telah mencipta kami bagi diriMu, dan hati kami tidak tenteram sebelum beristirahat di dalam Engkau.” Manusia harus mencari Allah karena hidup manusia tergantung kepada Allah. Allah sendiri senantiasa berusaha mencari dan mendapatkan kembali manusia. Cinta kepada manusia itulah alasan mengapa Allah mencari, menghantar dan menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Julien Green berkata, “Kamu sama sekali tidak bisa membayangkan betapa menariknya dirimu bagi Tuhan; Ia tertarik kepadamu seakan tidak ada orang lain di dunia ini.” Memang, siang dan malam, Allah terus-menerus memanggil manusia untuk kembali kepadaNya agar menikmati cinta dan damai yang tak berkesudahan, sebab Allah adalah kasih (1 Yoh 4.16b).

Akal budi yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia memungkinkan manusia untuk memenuhi keinginan dan dorongan hatinya untuk menemukan Allah di dalam seluruh realitas kehidupan yang ia jalani di dunia. Akal budi manusia dapat memahami Allah dengan pasti, bila manusia mendengarkan hati nuraninya. Iman di dalam hati manusia akan menerangi akal budinya dalam usaha menemukan Allah. Hati nurani mampu untuk mengarahkan manusia pada yang baik dan memperingatkan serta melawan apa yang jahat. Memang menjadi tantangan besar bagi pikiran manusia untuk mengenal Allah yang tak tampak. Hal ini kadang-kadang bahkan membuat manusia takut mengenal Allah. Kadang kala, manusia tidak ingin mengetahui Allah, sebab jika manusia mengetahui Allah manusia harus mengubah hidupnya dan mengekang kehendak bebasnya serta mengikuti kehendak Roh Allah.

Meskipun akal budi mampu untuk menghantarkan manusia kepada pemahaman iman, akal budi tetaplah terbatas dan tidak mungkin mampu memahami keseluruhan misteri Allah yang sungguh tak terbatas. Kenyataan diri Allah tidak akan pernah bisa pas dengan konsep yang dipikirkan oleh akal budi manusia yang terbatas. Sah-sah saja jika si A mengatakan bahwa Allah itu baik, akan tetapi si A sendiri tidak akan mampu menjelaskan kebaikan Allah itu dengan tuntas. Jadi, walaupun manusia dapat mengetahui Allah itu dengan menggunakan akal budinya, namun hal itu bukanlah pengetahuan tentang Allah yang sebenar-benarnya.

Namun demikian, Allah sangat mengasihi manusia dan tidak membiarkan manusia putus asa dalam usaha mencari diriNya. Untuk menjawab usaha manusia mencariNya, Allah lalu menyingkapkan diriNya dengan mengutus PuteraNya, Yesus Kristus turun ke dunia. Dengan demikian manusia dapat melihat Allah dalam diri Yesus. Akhirnya manusia dapat menjalin hubungan yang baik dengan Allah, merabaNya dan bahkan bersatu denganNya. Pengetahuan yang tuntas tentang Allah hanya bisa kita lihat dalam diri Yesus PuteraNya. Tidak usah diragukan, Yesus adalah pengetahuan yang baik dan benar. Orang muda harus rajin membaca Kitab Suci serta menghidupi ajaran Yesus agar orang muda memiliki pengetahuan yang baik dan benar.

 

Sumber gambar: https://cojee.sk/toto-je-6-astrologickych-predpovedi-ktore-vam-prezradia-co-nas-caka-v-buducnosti/

Leave a Reply