Renungan

Firman Tuhan sebagai Pelita

 263 total views,  3 views today

Selasa, 01 September 2020 : Bulan Kitab Suci Nasional, 1 Kor 2:10b-16, Luk 4:31-37

Pengenalan selalu berpuncak pada aksi. Sepadan dengan itu ada ungkapan: “Tak kenal maka tak sayang.” Memang ungkapan itu tidak selalu benar. Kemarin saya ulas dalam pengantar renungan saya bahwa saling memahami itu bisa dibangun kalau terjadi pengenalan timbal balik. Kalau saling mengenal, maka pintu untuk saling menaruh cinta semakin terbuka lebar. Sekali lagi jangan disalahmengerti!  Lihat konteksnya!  Ungkapan itu pastinya tidak berlaku saat terjadi kecelakaan di depan rumah anda. Anda tidak harus berkenalan dulu baru punya hati untuk menolong dengan mengantarkannya ke rumah sakit atau memberi pertolongan.

Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang pengajaran Yesus di rumah ibadat. Di situ ada seorang yang kerasukan setan. Saya lama bermenung bahwa ternyata orang yang duduk di gereja atau di rumah ibadat lainnya entah secepat kilat atau berlama-lama tidak otomatis terhindar dari godaan setan dan kemudian merasuki siapa saja. Tidak tanggung-tanggung. Setan yang ini sungguh pintar. Barangkali nilainya sangat cemerlang untuk mendapatkan gelar setan. Buktinya setan itu kenal Yesus sebagai orang Nazaret, yang kudus dari Allah. Latar belakang manusiawi dan latar belakang illahi Yesus diketahui oleh setan secara komprehensif. Ternyata, setan juga mengenal Tuhan. Namun, pengenalannya terhadap Tuhan menimbulkan gelisah, galau dan merana. Bahkan, setan berkata kepada Yesus: “Apa urusan-Mu dengan kami?” Lho, katanya kenal sama Yesus tapi koq nggak mau disayang. Kenal Yesus tapi nggak mau dicintai, nggak mau diperhatikan, nggak mau dipedulikan oleh Yesus. Bulan September bagi umat beriman adalah Bulan Kitab Suci Nasional. Kita diajak untuk semakin mengenal Tuhan dengan tekun membaca Kitab Suci. Tujuannya, bukan saja agar kita mengenal Tuhan secara akademis, apalagi mau menghafal ayat-ayat Kitab Suci dan membuatnya menjadi mantra. Bukan begitu! Tujuan utama kita tekun membaca Kitab Suci hendak mengalami daya Tuhan senantiasa berkarya dalam diri kita dan dengan demikian kita mampu mengalahkan kekuatan-kekuatan setan yang menggoda kita setiap saat. Sebab, karena cinta-Nya, Tuhan mengajari kita untuk melakukan apa yang Dia kehendaki. Marilah kita berdoa: “Tuhan, Firman-Mu adalah pelita yang mengusir kegelapan dari hidup kami”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

 

Leave a Reply