Renungan

Persiapan Diri

 364 total views,  2 views today

Kamis, 27 Agustus 2020 : Peringatan Wajib St. Monika, 1Kor 1:1-9, Mat 24:42-51

Persiapan sering dilakukan untuk menyambut acara tertentu. Entah itu memperingati suatu peristiwa ataupun penyambutan terhadap orang-orang penting atau orang-orang terhormat seperti pejabat negara atau orang-orang tertentu lainnya. Misalnya, penyambutan kepala negara ke suatu daerah tertentu. Beberapa hari sebelum kunjungan itu diadakanlah persiapan penyambutan. Pengamanan disiagakan, jalan-jalan ditata, kebersihan dan kerapian di sekitar area kunjungan diusahakan, acara dan kegiatan hari H dirancang sedemikian rupa. Lebih dari yang biasanya, segala yang baik tampak dipersiapkan. Namun, sungguh sangat disayangkan kalau semua yang baik-baik itu muncul hanya karena menyambut orang tertentu atau peristiwa tertentu sementara kebiasaan yang sebaliknya alias buruk tetap terpelihara. Selesai kunjungan atau peristiwa tersebut, kebiasaan lama tidak berubah.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Ungkapan Yesus ini menegaskan kepada kita akan perlunya kesetiaan selalu dalam beriman. Beriman bukan hanya pada waktu tertentu untuk tujuan tertentu dalam hidup kita. Karena itu, sering saya meragukan kesaksian tentang pertobatan yang disampaikan orang-orang tertentu. Begitu mudah orang memberikan kesaksian tentang pertobatan. Kedengarannya memang enak, bahkan memukau. Tetapi, apakah pertobatan perlu hanya pada episode tertentu hidup kita?  Begitulah sering kata-kata pertobatan diobral dengan bungkusan manis dengan menyebut kata-kata kesaksian. Pertobatan orang beriman adalah pertobatan terus-menerus karena godaan terus-menerus mengintai hidup orang beriman. Hari ini Gereja kita memperingati seorang kudus bernama Santa Monika, ibu dari Santo Agustinus. Santa Monika terbukti setia dan gigih berdoa demi pertobatan anaknya dari dunia lama ke dunia yang baru. Masihkah doa menjadi tanda kesetiaan kita pada jaman ini sebagai orang beriman atau sekadar tujuan tertentu? Marilah kita berdoa: “Tuhan, arahkan hati kami selalu kepada-Mu agar kami setia untuk membarui hidup kami”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply