Renungan

Setan Mengakui Yesus Anak Allah

 269 total views,  2 views today

Rabu Biasa XII/II: Am 5:14-15. 21-24, Mat 8:28-34
Tandanya orang kurang percaya diri adalah menguatnya rasa curiga dalam dirinya. Rasa curiga itu juga akan membuat sulit untuk hangat berelasi dengan sesamanya. Palingan kalau berelasi pun, yah sejauh perlu saja alias sejauh kebutuhan. Itu berarti tetaplah relasi suam-suam kuku, dangkal. Tak bisa kubayangkan kalau hal itu terjadi pada pasangan suami-isteri. Ini bukan soal type kepribadian. Penggolongan type kepribadian bukan membuat orang terisolasi tetapi penyadaran akan keunikan manusia yang ujung-ujungnya saling memperkaya satu sama lain. Tapi kalau satu dengan yang lain sangat berjarak dan jaraknya sangat jauh gimana mau saling memperkaya? Selanjutnya, gimana saling memperkaya kalau tidak mau saling belajar? Ya, kembali ke rasa curiga itu tadi. Selama rasa curiga menguat dalam diri seseorang, selama itu pulalah ia terisolasi.
Dalam Injil hari ini, Yesus berjumpa dengan dua orang yang kerasukan setan. Setan yang ini dikatakan dalam Injil sebagai setan ganas yang sangat menakutkan, hal itu diperkuat dengan menyebut tempatnya di kuburan. Emang ada setan yang lembut pastor? Pastinya ada. Kalau setan ganas tempatnya di kuburan, setan yang lembut itu tempatnya ya selain kuburanlah. Boleh jadi ruang rekreasi, ruang publik, ruang kerja, ruang rapat dan masih banyak ruangan lain lagi. Mudah-mudahan pembaca boleh menerawangnya tanpa memejamkan mata hingga jelas melihat setan yang lembut. Nah, entah setan yang ganas dan menakutkan maupun setan yang lembut tidak pernah bertahan ketika berhadapan dengan kuasa Yesus. Kuasa Yesus menundukkan kuasa setan sebagaimana dikisahkan dalam Injil hari ini. Kuasa setan berakhir pada kebinasaan dan orang yang tidak mampu bergaul dengan Yesus tidak mau hidupnya dicampuri oleh Yesus. Dalam aneka cara Yesus datang untuk masuk dalam kehidupan kita. Dua orang yang kerasukan setan berkata kepada Yesus: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?” Yesus cuma berdiri dan nggak buat apa -apa koq malah setannya langsung kesetanan nanya gitu. Oalah… Dasar setan! Curiga melulu. Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami mohon Kekuatan-Mu agar kami semakin percaya akan kekuatan sabda-Mu dan semakin terjauhkan dari mantra setan”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)
Sumber Gambar: http://www.nesiatimes.com/hanya-setan-yang-takut-terhadap-salib-yesus/

Leave a Reply